Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Meninggal Sebelum Operasi, Bayi Hidrosefalus Asal Sikka Masih Tertahan di Surabaya
KESEHATAN

Meninggal Sebelum Operasi, Bayi Hidrosefalus Asal Sikka Masih Tertahan di Surabaya

By Redaksi19 Desember 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Paulus Agustinus bayi penderita Hidrosefalus asal Paga, Sikka (Foto: Dok. Keluarga)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Perjuangan Marselinus Rera dan Mathilda Tea demi kesembuhan buah hati mereka terhenti. Sang anak, Paulus Agustinus Karo, bayi penderita hidrosefalus asal Paga, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya dipanggil Tuhan.

Bayi berusia 4 bulan tersebut belum sempat dioperasi. Menurut informasi yang diperoleh dari pihak keluarga, Paulus meninggal pada Selasa (17/12/2019) tepat pukul 23.00 waktu setempat di Rumah Sakit RKZ Surabaya.

“Saat ini jenazah disemayamkan di Panti Asuhan Bhakti Luhur Surabaya,” terang Alfred melalui WhatsApp, Rabu (18/12/2019).

Selanjutnya, pada Rabu (18/12/2019), memberitahukan bahwa pihak keluarga membutuhkan bantuan tiket untuk kargo dan kedua orangtua, serta pendamping.

“Kami benar-benar butuh bantuan dari siapa saja yang peduli,” demikian isi pesannya sembari menanyakan siapa yang bisa dihubungi untuk dimintai bantuan.

Sebelumnya, pada Senin (16/12/2019), Paulus dan kedua orangtuanya bersama satu orang pendamping berangkat menggunakan NAM Air ke Surabaya. Paulus renacananya akan menjalani operasi di Rumah Sakit RKZ.

Selama ini pun orangtua Paulus kesulitan biaya untuk menyembuhkan sang anak. Berkat donasi dari sejumlah pihak mereka berhasil mendapatkan tiket untuk berangkat ke Surabaya. Biaya berobat di RKZ ditanggung oleh Susteran Alma Maumere.

Sangat disayangkan, perjuangan Paulus berkahir pilu. Paulus dan orangtua pun masih membutuhkan bantuan agar bisa pulang ke Maumere.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

Sikka
Previous Article80 Sekolah di TTU Dipimpin Pelaksana Tugas
Next Article GM Pelindo III Ajak Semua Pihak Jadikan Maumere Kota Dagang

Related Posts

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026

Plafon Puskesmas Narang Ambruk Saat Pelayanan, Petugas Soroti Proyek Rehabilitasi

15 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.