Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Hingga Januari 2020, Warga Matim Belum Nikmati Air Minum Bersih Senilai 8,6 M
NTT NEWS

Hingga Januari 2020, Warga Matim Belum Nikmati Air Minum Bersih Senilai 8,6 M

By Redaksi3 Januari 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sumur sedalam 20 meter dimanfaatkan warga Kampung Sambi (Foto: Sandy Hayon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Hingga Januari tahun 2020 sebagian besar warga Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum menikmati air minum bersih.

Beberapa di antaranya terdapat di Kelurahan Tanah Rata, Kelurahan Kota Ndora, Desa Bamo, dan juga di desa lain yang ada di Kabupaten itu.

Di Kelurahan Tanah Rata dan Kota Ndora hampir setiap rumah warga sudah dipasang pipa saluran, kran dan meteran air sejak tahun 2016 lalu.

Bahkan, proyek pemasangan jaringan pipa itu menghabiskan dana 8,6 miliar rupiah. Dana bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Klemens Nekeng (65) warga Kampung Sambi, Kelurahan Tanah Rata mengaku demi mendapatkan air bersih mereka harus menimba air sumur sedalam 20 meter.

Sumur sedalam 20 meter dimanfaatkan warga Kampung Sambi ditumbuhi rumput liar (Foto: Sandy Hayon/Vox NTT)

Bahkan kata dia, mereka harus mengantre berjam-jam di sumur yang berada sekitar 100 meter dari rumahnya.

“Kalau agak sepi kami antre sampe 3 jam, tetapi kalau ramai itu bisa lebih dari 5 jam,” katanya saat ditemui VoxNtt.com, Kamis (2/2/2019).

“Kami di sini memang sudah pasang kran air tapi airnya tidak pernah keluar. Sekarang kami timba air sumur. Dan itu satu-satunya sumur yang ada di sini,” tambahnya.

Menurut Klemens, lebih dari 50 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Sambi yang
memanfaatkan air dari sumur tersebut.

Mirisnya, terkadang warga setempat terpaksa menggunakan air keperluan mandi dan cuci.

Pipa air menuju pemukiman warga yang kini terancam mubazir (Foto: Sandy Hayon/Vox NTT)

“Ini kami rasakan sampai saat ini. Memang tempo hari pas awal itu keluar air tetapi sekarang sudah tidak ada lagi. Bahkan petugas tidak pernah datang cek,” katanya.

Klemens pun berharap pemerintah bisa membantu untuk mengatasi persoalan air bersih yang mereka alami sudah sekian lama.

Di Kampung Wikopau, Desa Bamo, Kecamatan Kota Komba, juga merasakan hal yang serupa.

Meteran air di rumah warga yang kini terancam mubazir (Foto: Sandy Hayon/Vox NTT)

Warga di kampung ini hanya memanfaatkan air bak yang berada di pinggir kali Waepoang. Kendati airnya terkadang keruh dan kotor, namun tidak ada pilihan lain bagi warga yang mendiami kampung itu.

Subur Bor Mubazir

Di dekat Kampung Wokopau ada bantuan sumur bor dari pemerintah pusat (Pempus). Sumur ini dibangun di Kampung Waepoang pada 2011 silam.

Namun dari pantauan VoxNtt.com, sumur itu sudah tidak terawat. Tampak pipa penyedot air sudah berkarat.

Kotoran hewan bertebaran di depan teras bangunan penyimpan mesin. Rumput yang kian tinggi memperburuk pemandangan saat mengunjungi lokasi sumur tersebut.

Beberapa warga yang namanya enggan dimediakan mengaku selama tahun 2012 hingga 2014 mereka masih memanfaatkan air dari sumur tersebut.

Namun, sejak 2015 hingga sekarang air sumur itu macet dan tidak dimanfaatkan.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim
Previous ArticlePemuda dan Mahasiswa Desa Umatoos Malaka Tanam 4000 Anakan Kelor
Next Article Peduli Warga Perbatasan, Satgas Yonif 132/BS Gelar Aksi Sosial

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.