Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Puisi: Surat Awal Januari
Sastra

Puisi: Surat Awal Januari

By Redaksi10 Januari 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*Puisi-puisi Carlo Dagur

Surat Awal Januari

 “Siapa aku pada awal tahun ini?”

Pertiwi kembali menggugat,

hingga jangkrik berdengkur dan bamboo berderik

pada hamper temaram senja keladi

Sedang sajak magis tuan Chairil

sibuk bersengketa dengan ego kita

“Aku ingin hidup seribu tahun lagi,”

tapi bukan pada lukamu.

 

Di sini,retak gerak pena

menggores lembar tanda damai

tetapi pupil pertiwi masih dedah risau.

Stempel tebal karat sekarat,

tertempel kumal pada jendela-jendela kaca patri

Makin manis saja rindunya

pada akar rumput yang tenggelam awal tahun ini.

Bahkan rumah besar kita

digagahi lintah berkerah

yang makinsajamendesah

di balik sunyi dan sembunyinya.

Ujung penaku basah kena lumpur

yang juga menyumbat pipa kepalaku.

Aku tersedak karena terdesak kata-kata

Maka kusut di atas kertas

buram tanpa batas,

“Aku adalah jelatang

yang ingin hidup lebih lama lagi,

meski dayung sampanku terancam karam.”

                                                                                                Ledalero, 04/01/2020

 

Homo Deus (I)

Kita adalah maha tuan yang manakala

melakonkan monolog empat babak,

bersabda:

 

“Apa yang ada pada mulutmu,

yang tak habisku pelu kerat hari ini?

Maka,

Giranglah wahai kutilang,

biarkan malammu kian mengerang

memantul riuh pada bilur-bilur kota baru kami

Tegarkan genggammu wahai simpanse,

walau belum habis tarung

dan kisah cinta dengan para gundikmu

Menukiklah wahai elang

walau belum tahu, langitmu

kian kelam abadi

Mengaumlah wahai singa

robohkan istanamu

hingga bilur kami habis dijilat lalat-lalat sialan itu

Dan, bersatulah wahai semut

sebab dunia kita masih panjang

di dalam dada dan kepala kami.”

 

Dan sabda ini gugur ke dasar jubin

seketika terbirit-birit seekor tikus,

menggondol semua kata-kata itu,

menuju bahtera.

Kita pun kembali ke bahtera Nuh

dan bertingkah layaknya nakhoda.

                                                                                             Ledalero, 04/01/2020

 

Homo Deus (II)

 Kata mereka,

kita adalah sekumpulan kepala jelatang

yang diurai dengan kata, tersusun atas angka

dipelintir dengan senyum magis tipis

namun dapat lekas lenyap selesat suara

 

Tanpa sadar,

Kita kian berlaga, berjinjit dan berjingkat,

memaku segala mimpi

pada setiap dinding labirin semesta

Kepala kita mendongak,

“siapa paling tinggi hari ini?”

 

Entahlah,

kita menjadi sekumpulan pengecut

dengan jidat berkerut saat sadar sedang tersesat,

dan seekor anak belatung tampil dengan gagah,

berdiri dengan kepalanya

dan menggantung semesta pada mimpi dan kepalanya

Tanpa paku, tanpa palu, apalagi batu.

Hanya bahu kian meninggi,

diiringi sinis manis:

“mau jadi apa aku hari ini?

Entahlah bukan urusanmu Tuhan.”

                                                                                                Ledalero, 05/01/2020

 

* Penulis adalah mahasiswa tingkat I STFK Ledalero

Carlo Dagur
Previous ArticlePuisi: Wanita Kopi
Next Article “Puing-puing Tuhan”

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.