Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Fakta-fakta tentang Mario Hotel Borong Matim
Regional NTT

Fakta-fakta tentang Mario Hotel Borong Matim

By Redaksi17 Februari 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Saat acara peresmian gedung sementara Polres Matim di Mario Hotel Borong (Foto: Sandy Hayon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Kepolisian Resort Manggarai Timur (Polres Matim) resmi berkantor sementara di Mario Hotel, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong.

Acara peresmian ini pun ditandai dengan pembukaan selubung papan nama Polres Matim, Rabu, 12 Februari 2020 lalu.

Pantauan VoxNtt.com, beberapa hari terakhir, tampak para aparat Kepolisian pun sudah mulai beraktivitas di hotel tersebut.

Berikut beberapa fakta-fakta Mario Hotel yang dihimpun VoxNtt.com

Kantor Sementara Polres Matim

Mario Hotel untuk sementara waktu dijadikan Kantor Polres Matim. Hal ini pun dibuktikan dengan acara peresmian, Rabu, 12 Februari 2020 lalu.

Turut hadir dalam dalam acara itu, Ketua DPRD Matim Yeremias Dupa, Sekda Boni Hasudungan, Ketua DPC PDIP Marselis Sarimin, Vikep Borong Pastor Simon Nama, beberapa anggota DPRD, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Danramil Borong Zainudin, Camat Borong Maria A. Yarini Gagu dan para tamu undangan.

Pakai Tiga Lantai

Polres Matim memanfaatkan tiga lantai dari hotel berlantai enam itu. Di lantai satu dijadikan tempat penerimaan tamu dan lantai dua unit-unit. Sedangkan lantai tiga ditempati para petinggi Polres.

Berdekatan dengan DAS

Keberadaan Mario Hotel sangat berdekatan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS). Bahkan jarak DAS dengan hotel hanya beberapa meter saja.

Milik Seorang Kontraktor

Titus Ahas merupakan seorang pengusaha. Dia juga merupakan salah seorang kontraktor ternama di Manggarai Timur. Pria ini juga merupakan pemilik Mario Hotel.

Pada 2019 lalu, Ahas mengerjakan proyek peningkatan jalan SP. Mok-Ajang-Waelengga, Kecamatan Kota Komba senilai Rp 7.477.286.000.

Proyek ini juga sempat dikeluhkan dan diadukan warga. Dilansir dari Posflores, Kurdin, seorang pengguna jalan asal Kampung Wae Kekik, Desa Ranakolong, Kecamatan Kota Komba, sempat menilai proyek jalan tersebut kekurangan aspal.

“Kemarin saat di lokasi tersebut, tanpa sengaja kaki teman saya menginjak aspal lalu kakinya tenggelam dan aspalnya terkelupas. Saat itu dia hampir terjatuh, lalu kami berdua melihat bagian dalamnya. Nampak aspal tersebut terlihat tidak kuat dan diduga karena kurangnya campuran aspal. Lokasi tersebut dikerjakan lebih dahulu dan jaraknya kira-kira 600 meter dari lokasi pengerjaan baru,” ucap Kurdin.

Sebagai kontraktor pelaksana proyek, Ahas pun menyayangkan sikap masyarakat yang merusak jalan lapen tersebut. Dia mengatakan akan menuntut balik warga yang telah melakukan perusakan pada jalan lapen tersebut.

“Saya menyayangkan sikap warga yang mencungkil aspal tersebut. Dan saya akan tuntut balik karena lakukan pengrusakan. Jika ada yang tidak beres di lokasi kan bisa datangi para pekerja di lapangan atau mengadu ke PUPR. Jangan kasih tambah rusak lagi itu jalan. Hari ini (27/11) saya akan ke lokasi, mau cek pekerjaan tersebut,” kata Ahas.

Belum Memiliki Izin

Hingga kini Mario Hotel belum mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB).

Dilansir dari Floreseditorial 20 Augustus 2018 lalu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Manggarai Timur Thomas Ngalong menjelaskan, pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi apapun atas pendirian hotel tersebut.

“Kita baru bisa mengeluarkan rekomendasi setelah ada IMB, kalau belum ada IMB bagaimana kita mau terbitkan rekomendasi pengurusan AMDAL-nya,” ungkap Thomas Ngalong.

Menurutnya, Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) atas pendirian hotel tersebut baru bisa dikeluarkan setelah ada rekomendasi yang diberikan oleh BLH.

“Kalau rekomendasi BLH belum ada, maka hampir pasti, hotel tersebut belum memiliki AMDAL, karena BLH Matim yang bertugas untuk melakukan pengkajian dari sisi dampak terhadap alam atas pendirian hotel itu,” tukas Thomas Ngalong.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Borong Manggarai Timur Mario Hotel Matim Polres Matim
Previous ArticlePemkab Malaka dan Kodim 1605 Belu Resmi Tanda Tangan NPHD Pilkada 2020
Next Article Kasus DD Manamas, Kejari TTU Banding Putusan Pengadilan Tipikor Kupang

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.