Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Bupati Malaka: Urusan Penegakan Hukum Jangan Dipolitisasi
Regional NTT

Bupati Malaka: Urusan Penegakan Hukum Jangan Dipolitisasi

By Redaksi9 Maret 20201 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Malaka, Stef Bria Seran
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT-Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran meminta agar masalah penegakan hukum jangan dijadikan komodoti politik. 

Hal ini ditegaskan Bupati Stef menyusul penahanan beberapa tersangka kasus korupsi pengadaan bawang merah oleh Polda NTT. Beberapa tersangka itu salah satunya adalah kepala Dinas Pertanian Malaka.

Menurut Bupati pencetus Revolusi Pertanian Malaka (RPM) ini, urusan hukum itu berkaitan dengan Aparat Penegak Hukum yang melibatkan para profesional yang bertugas. Sementara urusan politik yang sementara digelar menyangkut kegiatan Pilkada untuk memilih kepala daerah.

Pernyataan itu ditegaskan saat kegiatan Rekoleksi Kategorial bagi ASN Pemkab Malaka oleh Uskup Atambua di panggung Tahbisan Dekenat Malaka, Paroki Betun, (09/03/2020).

” Kejahatan itu dibuat karena dua hal yakni melanggar aturan dan ada niat. Kita yang lain itu tidak usah presure dan intervensi karena Polisi, Jaksa dan KPK itu adalah aparat penegak hukum yang sangat profesional untuk mengurus mereka-mereka yang diduga melakukan kesalahan yang mengakibatkan kerugian negara,” ujar Bupati Stef.

Bupati juga menegaskan agar para kandidat yang bertarung dalam Pilkada Malaka jangan mempolitisasi kasus hukum. Sebaliknya ia berpesan agar momentum Pilkada sebagai ajang pertarungan gagasan dalam membangun Malaka.

”Para kandidat tidak boleh menggunakan hal ini sebagai komoditi politik karena ini murni urusan hukum,” imbuh mantan Kadis Kesehatan Provinsi ini. (VoN).

Bupati Malaka Stef Bria Seran
Previous ArticleDPC Demokrat Manggarai Gelar Rakercab, Ini Balon yang Hadir
Next Article Uskup Atambua: Para Pastor Harus Pindahkan Altar ke Sawah Petani

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Sensus Ekonomi 2026: Mengapa Kita di NTT Tidak Boleh Asal Memberi Jawaban?

13 Juni 2026

Muskab PBVSI Sikka Tetapkan Rofinus Luer sebagai Ketua Umum Periode 2026–2030

13 Juni 2026

Hati Tak Bernoda: Istana Kasih dan Bait Allah Penemuan Diri

13 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.