Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»ARUK Tuntut Jaksa Tetapkan Bupati TTS Tersangka
HEADLINE

ARUK Tuntut Jaksa Tetapkan Bupati TTS Tersangka

By Redaksi6 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ratusan Massa ARUK Berdemo di Kantor Kejaksaan Negeri TTS
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

SoE, VoxNtt.com-Salah satu point tuntutan yang dilayangkan oleh Aliansi Rakyat Untuk Keadilan (Aruk) TTS ketika melakukan demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Negeri Soe, Senin (06/02/2017) berkaitan dengan penetapan ST sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana konsumsi pelantikan Bupati TTS tahun 2014 lalu dan dana peresmian kantor Bupati TTS.

BACA:Ratusan Massa ARUK Berdemo di Kantor Kejaksaan Negeri TTS

Pada point ketiga dari tuntutan berbunyi “Meminta Kejari TTS segera  menetapkan status Bupati TTS sebagai tersangka dalam kasus penyimpangan dana konsumsi mengacu pada SK Bupati yang menjadi acuan dasar Sekda TTS menerbitkan SPK demi kelancaran kegiatan Pelantikan Bupati dan Wkil Bupati TTS”.

Aruk menilai bahwa dasar acuan sehingga Sekda TTS menerbitkan Surat Perjanjian Kerja (SPK) tersebut adalah SK Bupati TTS yang menetapkan Sekda TTS sebagai ketua Panitia pelantikan bupati dan wakil bupati TTS pada tahun 2014 lalu.

“Bupati juga harus bertanggungjawab karena Sekda hanya menjalankan SK yang ditetapkan oleh Bupati Mella sebagai ketua panitia pelantikan,”ujar salah seorang orator Mardon Nenohai dalam orasinya dihalaman kantor Kejaksaan Negeri TTS.

Sementara Kejari TTS Oscar Douglas Riwu,SH kepada massa aksi mengatakan bahwa penetapan seseorang menjadi tersangka tentu dibarengi dengan minimal dua alat bukti.

Khusus untuk kasus dana konsumsi kata Oscar, setelah menerima hasil perhitungan kerugian negara yang dikirim oleh BKP yang kemudian dijadikan alat bukti maka dengan bukti yang ada, penyidik menetapkan ST sebagai tersangka.

Kejari TTS juga mengatakan ada kemungkinan tersangka lain dalam kasus tersebut.

Kerugian negara berdasarkan perhitungan BPK yang diterima pihak kejaksaan menurut Oscar belum bisa dipublikasikan, karena masih dalam proses penyidikan sehingga belum bisa dibuka semua.

“Mengenai besaran kerugian negara belum bisa kita buka karena masih dalam proses penyidik. Tidak semua hasil penyidikan kita buka kepada publik,”jelas Oscar. (Paul/VoN)

TTS
Previous ArticleRatusan Massa ARUK Berdemo di Kantor Kejaksaan Negeri TTS
Next Article Bupati Mabar Tetap Perhatikan Selokan di RSUD Mabar

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.