Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»Virus Corona Renggut Nyawa 10.000 Orang Italia dan 114 Indonesia
INTERNASIONAL

Virus Corona Renggut Nyawa 10.000 Orang Italia dan 114 Indonesia

By Redaksi29 Maret 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Virus Corona. Gambar disadur dari google.com/coronavirus
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT- Wabah virus corona atau Covid-19 masih menjadi momok bagi semua manusia di seluruh penjuru dunia. Kian hari, virus ganas ini perlahan merenggut setiap nyawa di dunia.

Bayangkan di Negara Italia, per 29 Maret 2020, sudah mencatat 10.023 nyawa melayang.

Pemerintah di Negeri Pizza memang tidak tinggal diam. Salah satunya dengan mengeluarkan kebijakan lockdown selama 16 hari.

Namun kebijakan ini tak cukup kuat menahan beringasnya virus corona. Buktinya, selama 24 jam terakhir, ada 889 angka kematian di Italia. Angka ini menambah deretan korban meninggal mencapai 10.023 orang.

pemerintah setempat dikabarkan mempertimbangkan untuk memperpanjang masa lockdown yang seharusnya berakhir pada Jumat pekan depan 3 April 2020.

“Apakah ini waktu yang tepat membuka kembali negara? Saya kira kami harus memikirkannya secara matang,” kata kepala perlindungan sipil, Angelo Borrelli dilansir AFP dalam Kompas.com, Sabtu, 28 Maret 2020

Borrelli mengatakan saat ini pihaknya harus bisa membatasi seminimal mungkin pergerakan untuk menyelamatkan banyak nyawa.

Italia sempat berharap bahwa tren wabah virus corona bakal menurun setelah angka kematian harian melambat pada 22 Maret lalu.

Tetapi pada Jumat 27 Maret 2020, mereka membukukan 969 kematian, menjadi jumlah tertinggi yang dicatat Roma. Kondisi ini tentunya membuat harapan negara itu pupus.

Masih dalam Kompas.com, pada Sabtu malam waktu setempat, Perdana Menteri Giuseppe Conte menyatakan warga harus siap jika diminta di rumah lebih lama.

“Jika mereka memahami, tentunya mereka tidak akan terburu-buru ingin kembali memulai hidup normal,” kata Conte dalam pidato yang disiarkan televisi.

Pada Sabtu malam waktu setempat, Perdana Menteri Giuseppe Conte menyatakan warga harus siap jika diminta di rumah lebih lama.

“Jika mereka memahami, tentunya mereka tidak akan terburu-buru ingin kembali memulai hidup normal,” kata Conte dalam pidato yang disiarkan televisi.

114 Meninggal di Indonesia

Tidak saja di Italia, kematian akibat virus corona juga di terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data per 29 Maret 2020, sedikitnya sudah 114 orang meninggal setelah terinfeksi virus corona dan 64 orang dinyatakan sembuh.

Sedangkan, jumlah kasus positif corona di Indonesia hingga kini mencapai 1.285 kasus. Angka ini menunjukkan tren peningkatan untuk setiap harinya.

“Oleh karena itu mari sadari betul penambahan kasus positif ini sekali lagi masih menggambarkan di lingkungan masyarakat masih ada kasus positif yang belum isolasi,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya, Minggu (29/03/2020), sebagaimana dilansir CNN Indonesia.

Jumlah korban positif corona naik signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pada Sabtu (28/3), pasien terkonfirmasi positif mencapai 1.155 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 102 orang, dengan jumlah yang sembuh 59 orang.

Pemerintah telah berulang kali mengampanyekan social distancing serta mengimbau masyarakat agar beraktivitas, belajar dan bekerja dari rumah.

Namun demikian, pemerintah mengakui banyak hal mengenai kedisiplinan warga yang perlu ditingkatkan.

“Penularannya rentan pada orang-orang yang masih berkeliaran di luar rumah, padahal disuruh diam di rumah,” ujar Yuniarto sehari sebelumnya.

Penulis: Ardy Abba

internasional Nasional Virus Corona
Previous ArticleData Covid-19 Sikka: 1 PDP, 58 ODP, 1286 OTG
Next Article Pelaku Pariwisata Sebut Covid-19 Bawa Krisis Sosio-Ekonomi

Related Posts

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026

Plafon Puskesmas Narang Ambruk Saat Pelayanan, Petugas Soroti Proyek Rehabilitasi

15 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.