Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Demonstran Lambelu Belum Dipulangkan, Kapolres Sikka Berdalih Bukan Penahanan
KESEHATAN

Demonstran Lambelu Belum Dipulangkan, Kapolres Sikka Berdalih Bukan Penahanan

By Redaksi6 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Demo mahasiswa di depan Pelabuhan L. Say (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Sejumlah aktivis mahasiswa masih ditahan di Polres Sikka, Minggu (05/04/2020). Penahanan ini merupakan buntut dari aksi demonstrasi mahasiswa, merespon kedatangan KM Lambelu di tengah kepanikan akan ancaman Covid-19.

Setelah membubarkan aksi kelompok Cipayung Plus tersebut, Polisi mengangkut para demonstran ke Polres Sikka.

Informasi yang diperoleh, Polisi lalu memeriksa dua orang Koordinator Lapangan (Korlap) yakni Yakobus Tonce Horang dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Bernadus Tukan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Sampai dengan pukul 01.00 dini hari, para demonstran belum diperbolehkan pulang. Total ada 14 aktivis. Mereka masih ditahan di Aula Polres Sikka.

Meskipun demikian, Kapolres Sikka AKBP Sajimin yang ditanyai awak media di WhatsApp Group mengatakan mereka hanya diperiksa, tetapi bukan ditahan.

Ditanya terkait proses pemeriksaan dan dugaan pelanggaran Sajimin tidak memberikan jawaban.

“Tidak ada penahanan. Besuo kami jelskan. Kami mintai keterangan,” tulisnya.

Perlu diketahui, PMKRI dan GMNI melakukan aksi di depan pintu masuk Pelabuhan L. Say pada Minggu (5/4/2020).

Aksi tersebut merespon rencana berlabuhnya KM Lambelu di L. Say. Banyak perantau yang berasal dari daerah wabah diduga akan turun di Maumere.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan di antaranya menuntut Menteri Perhubungan menutup pelabuhan dan mendesak Pemda Sikka menyikapi serius kedatangan perantau.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

 

GMNI Sikka PMKRI Maumere Polres Sikka Sikka Virus Corona
Previous ArticleTidak Tinggal Diam, Pemda Sikka Siapkan Dua Skenario Sambut KM Lambelu
Next Article Bukan Pokir, Ini Pos APBD Sikka yang Mesti Dialihkan untuk Penanganan Covid-19 di Sikka

Related Posts

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.