Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Di Cibal Barat, Warga Siapkan Rumah Secara Sukarela untuk Karantina
KESEHATAN

Di Cibal Barat, Warga Siapkan Rumah Secara Sukarela untuk Karantina

By Redaksi23 April 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Deno Kamelus, Bupati Manggarai saat memberikan masker kepada warga yang sementara melakukan proses karantina mandiri di Desa Wae Renca, Kamis (23/04/2020)(Foto: Pepy Kurniawan/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Warga Desa Wae Renca, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT menyiapkan rumah secara sukarela untuk menjadi tempat karantina warga yang datang dari daerah terpapar Covid-19.

Warga dan pemerintah desa menyiapkan 5 rumah untuk menampung 30 orang yang datang dari daerah terpapar.

Penjabat Kades Wae Renca Hendrikus Ampur mengaku hal itu merupakan hasil kesepakatan antara warga dan pemerintah desa.

Ia pun mengapresiasi inisiatif dan kerelaan masyarakat dalam upaya bersama mencegah penyebaran Covid-19.

Sebab keputusan warga juga, lanjut dia, didukung sepenuhnya oleh pemerintah desa untuk mempersiapkan segala sesuatu agar layak menjadi tempat isolasi mandiri.

“Saya beri apresiasi dengan kerelaan warga ini. Apalagi pada saat awal ini, para pemilik rumah yang urus sendiri semuanya. Kami juga berterimakasih kepada Pemkab karena ikut membantu, dan terima kasih untuk Bupati bersama rombongan yang datang kunjungi kami dan lihat keadaan para pemudik yang jalani isolasi mandiri,” ungkapnya kepada VoxNtt.com, Kamis (23/04/2020).

Sementara Bupati Manggarai Deno Kamelus mengungkapkan perlakuan terhadap pemudik dari daerah terpapar corona di Desa Wae Renca, Kecamatan Cibal Barat, bisa menjadi contoh.

Kejadian seperti itu dinilai bisa merubah pandangan dan sikap tentang bagaimana memperlakukan warga yang datang dari daerah terpapar Covid-19.

Sebab di Desa Wae Renca, para pemudik tidak ditolak melainkan diterima dan menempatkan mereka pada beberapa rumah warga selama menjalani isolasi mandiri 14 hari.

“Merelakan rumah menjadi tempat isolasi merupakan sesuatu yang baru dalam situasi yang serba takut dengan pandemi corona saat ini,” ungkapnya kepada sejumlah awak media saat mengujungi rumah warga itu di Desa Wae Renca, Rabu (22/04/2020).

Menurut Bupati Deno, jika telah memutuskan isolasi mandiri seperti ini, maka pemilik rumah dan warga sekitar tetap juga mengikuti himbauan pemerintah.

Hal itu terutama tidak mendatangi rumah yang menjadi tempat isolasi, namun satu sisi diharapkan tetap mengurus dengan baik kebutuhan hari-hari para pemudik.

Sementara untuk para pemudik, Bupati Deno meminta agar menahan diri untuk tidak keluar rumah selama 14 hari dan menaati protokol kesehatan dalam mencegah virus corona.

Untuk menjaga hal itu, maka para pemudik mesti menjalani isolasi sesuai protap guna memutuskan mata rantai penularan virus corona. Semua harus saling waspada baik warga sekitar maupun pemudik.

“Orang yang datang dari daerah terpapar kadang tidak memiliki gejala apapun karena kesehatannya (daya tahan tubuh) bagus dan staminanya bagus. Tetapi dalam dirinya ada virus. Ketika bersentuhan dengan orang lain, virus berpindah dan jika orang itu mempunyai riwayat kesehatan kurang bagus, maka orang itu bisa dipastikan lebih mudah dan cepat terinfeksi virus corona, sehingga kita semua harus tetap waspada,” katanya.

Untuk diketahui, saat mengunjungi rumah warga yang dijadikan tempat isolasi mandiri Pemkab Manggarai juga memberikan bantuan berupa beras, telur, masker dan bantuan lainnya.

Selain itu, kunjungan tersebut juga untuk memastikan proses karantina mandiri di Desa Wae Renca bisa berjalan dengan baik sesuai protokol yang ada.

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba

Kamelus Deno Manggarai Virus Corona
Previous ArticlePemkab TTU Gencar Sosialisasi Cegah Penyebaran Covid-19
Next Article 32 Titik di Manggarai Telah Pasang Fasilitas Internet Gratis

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.