Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Nelayan Tak Melaut, Harga Ikan di Labuan Bajo Melonjak
HEADLINE

Nelayan Tak Melaut, Harga Ikan di Labuan Bajo Melonjak

By Redaksi8 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Nelayan asal Desa Gorontalo,Kecamatan Komodo, Daeng Lebu saat berada di Pantai Pede untuk memantau kapal ketinting miliknya (Foto: Satria)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,VoxNtt.com-Cuaca buruk disertai gelombang tinggi yang terjadi di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dalam dua pekan terakhir membuat para nelayan di Labuan Bajo tidak melaut.

Pantauan VoxNtt.com, sejumlah nelayan di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo lebih memilih memarkir perahu ketinting di bibir pantai Pede ketimbang harus memaksa melaut.

Daeng Lebu, nelayan asal Desa gorontalo, Rabu (8/2/2017) menuturkan dirinya bersama puluhan nelayan lainnya tidak melaut usai tahun baru imlek minggu lalu.

“Sejak 3 Februari 2017 para nelayan mulai memarkir perahu ketinting  di pingir pantai karena cuaca yang buruk disertai gelombang yang tinggi, sehingga nelayan tidak berani melaut,” ujarnya.

Akibat tidak melaut, terpaksa istri nelayan tidak dapat menjual ikan untuk bertahan hidup. Padahal biasanya, pagi hari para istri  nelayan di Gorontalo sudah mulai menjual ikan.

“Ikan yang kami tangkap langsung di jual oleh istri dan keluarga para nelayan. Karena sudah tidak melaut istri terpaksa tidak menjual ikan,” katanya.

Sementara itu, nelayan lainnya, Thalib Sakir menuturkan dirinya lebih memilih mencat dan memperbaiki mesin sampan ketinting miliknya selama tidak melaut.

Hanya dengan menghabiskan waktu kosong untuk memperbaiki sampan ketinting di kala tidak melaut.

Sedangkan bekal untuk menghidupi keluarganya masih ada cadangan beras dan kebutuhan lain.

“Mudah-mudahan minggu depan gelombang sudah tidak ada,sehingga kita mulai melaut lagi,” tutur Thalib.

Sementara itu, akibat tidak melautnya nelayan di Labuan Bajo harga ikan melonjak tinggi di sejumlah pasar di Labuan Bajo.

Seperti ikan Lajang di TPI labuan Bajo dan Pasar Batu Cermin harga mencapai Rp 40 Ribu/Kg, sebelumnya hanya Rp 10 Ribu/Kg.

Begitun jenis ikan lainnya harga naik Empat kali lipat dari harga normal sebelumnya. (Satria/VoN)

 

 

Manggarai Barat
Previous ArticleAswan Ngada Bangkitkan Peran Pers dari Desa
Next Article Puluhan Hektar Sawah di Ekoleta Terendam Banjir

Related Posts

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.