Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Jumlah Kredit Bermasalah di Bank NTT Cabang Kefamenanu Alami Peningkatan
Ekbis

Jumlah Kredit Bermasalah di Bank NTT Cabang Kefamenanu Alami Peningkatan

By Redaksi14 Mei 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pimpinan Bank NTT Cabang Kefamenanu Edy Ganggus saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Kamis 14 Mei 2020 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Jumlah kredit bermasalah di Bank NTT Cabang Kefamenanu, Kabupaten TTU saat ini menunjukkan tren meningkat. Itu terutama untuk debitur yang berwirausaha di bidang jasa perhotelan, angkutan, kos-kosan dan restoran.

Selain itu peningkatan angka kredit bermasalah juga terdapat pada toko yang menjual alat elektronik dan alat tulis kantor.

“Jadi kita dapat tekanan kreditnya dari situ, beberapa sektor itu yang angka kredit bermasalahnya meningkat,” jelas Pimpinan Bank NTT Cabang Kefamenanu Edy Ganggus saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Kamis (14/05/2020).

Edy menuturkan, penyebab utama kredit bermasalah terletak pada kemampuan dan kemauan dari debitur guna menyetor angsuran.

Bagi debitur yang tetap mau menyetor, namun kemampuan finansial sudah tidak mencukupi lantaran usaha mengalami kemacetan, jelasnya, diberikan penangguhan pembayaran dan atau penjadwalan ulang waktu pembayaran.

Sementara bagi yang enggan untuk membayar meski secara finansial masih mampu, digunakan pendekatan secara hukum. Itu melalui gugatan sederhana di pengadilan serta dilakukan pelelangan terhadap barang jaminan.

“Yang paling banyak itu kita lakukan pendekatan persuasif untuk jual (barang jaminan) di bawah tangan atas kesepakatan kedua belah pihak,” tutur Edy.

Lebih lanjut Edy menuturkan, untuk tahun 2020 pihaknya diberi target laba sebesar Rp 46 Miliar.

Namun di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Edy mengaku pihaknya akan kesulitan untuk mencapai target tersebut. Sehingga besaran target pencapaian laba tersebut harus direvisi kembali.

“Ketika kita membuat target ini kita menggunakan indikator makro tahun 2019, kita prediksi kondisi 2020 akan seperti apa namun di luar dugaan kita terjadi kondisi yang tidak bisa kita prediksi seperti Covid-19 saat ini sehingga perlu kita tinjau kembali,” tuturnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Bank NTT TTU
Previous ArticlePemkab Sikka Siapkan Langkah Penanganan Pasca 8 Kasus Positif Covid-19
Next Article Komunitas Lintas Iman Jawa Timur Bantu Salurkan Makanan Buka Puasa

Related Posts

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Bank NTT Ruteng Kembali Salurkan Bantuan Pembangunan Rumah Pastoran Cancar

12 Mei 2026

Kompak Indonesia Desak KPK Proses Ulang Kasus Kredit Fiktif Rp100 Miliar di Bank NTT

8 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.