Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Meski Masih Sengketa, Warga di Lamba Leda Tetap Menggarap Lahan
Regional NTT

Meski Masih Sengketa, Warga di Lamba Leda Tetap Menggarap Lahan

By Redaksi14 Februari 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga Kadung saat menggarap lahan sengketa (Foto: Aleks Rahman)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNtt.com- Meskipun masih berstatus sengketa, warga Kadung, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) tetap menggarap lahan di Lingko Watu Lempe.

Aksi warga Kadung tersebut berhasil diketahui, Senin (13/2/2017), setelah salah seorang warga melaporkan ke Polsek Lamba Leda di Dampek.

Camat Lamba Leda Aleks Rahman mengaku, setelah berkordinasi dengan pihak kepolisian dirinya langsung memantau lokasi yang hingga kini sedang bersengketa dengan Kampung Gongger tersebut.

“Mendengar kabar itu saat saya ada kunjungan kerja di desa Satar Kampas dalam rangka pelantikan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Setelah acara pelantikan bersama Kapolsek beserta anggota menuju lokasi kejadian,” kata Aleks kepada VoxNtt.com, Senin malam.

Sesampai di Lingko Watu Lempe Aleks membututi puluhan warga Kadung sedang membersihkan lahan. Di dalamnya sudah ditanami jagung.

Karena itu, kepada warga ia meminta agar tidak boleh melakukan aktivitas apapun di atas tanah yang sedang bersengketa tersebut.

“Camat Lamba Leda telah mengeluarkan surat penegasan untuk kedua warga, Kampung Kadung dan Kampung Gongger agar tidak boleh melakukan aktifitas apapun di atas tanah yang bersengketa,” tukas Aleks.

Dalam waktu dekat, kata dia, pihaknya akan melakukan mediasi antar kedua kampung yang sedang berseteru tersebut. Mediasi nantinya akan dibantu oleh tim dari tingkat Kabupaten Matim.

Usai mendengar arahan camat Lamba Leda dan Kapolsek, warga Kadung pun tidak melanjutkan aktivitas mereka. Hingga mereka kembali pulang ke rumah situasi tampak kondusif.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, warga Kampung Gongger dan Kampung Kadung saling bentrok, Senin 9 Januari lalu.

Informasi yang dihimpun Voxntt.com, bentrokan tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Akibatnya, satu orang warga Kampung Kadung mengalami luka serius terkena tembakan senapan angin kaliber 0,8 mm.

Dalam insiden tersebut, korban yang bernama Bonifantura Hebat (17 tahun) mengalami luka tembak di perut sebelah kiri dan lengan sebelah kiri.

Usai ditembak korban Boni langsung dievakuasi ke Puskesmas Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Namun, lantaran peluru masih bersarang di tubuhnya, korban kemudian di bawah ke RSUD dr Ben Mboi Ruteng.

Informasi yang dihimpun pula, bentrokan antara warga Dusun Gongger dengan Dusun Kadung diduga terjadi lantaran memperebutkan sebidang tanah.

Warga di dua kampung tersebut saling klaim kepemilikan atas tanah itu.

Kejadian saling bentrok saat ini sebenarnya merupakan aksi balasan dari warga Kampung Kadung.

Pasalnya, pada 6 Januari warga Kampung Gongger menutup jalan masuk ke Kadung dengan sejumlah batang kayu.

Jalan telford yang ditutup ini merupakan satu-satunya akses transportasi menuju Kadung dari jalur pantai utara Manggarai.

Tak terima dengan aksi ini, warga Kampung Kadung pun membalasnya dengan menyerang ke Kampung Gongger sekitar pukul 10.00 Wita kala itu. Mereka melempari batu ke rumah warga Kampung Gongger.

Merasa diserang, warga Gongger pun kemudian mengeluarkan tembakan dengan menggunakan senapan angin hingga melukai korban Boni dari Kampung Kadung.

Saling bentrok pun akhirnya berhenti setelah diamankan pihak aparat gabungan dari Danramil Reo dan Polsek Dampek. (Ardy Abba/VoN).

Previous ArticleDemi Pendidikan, Anak SD di Manggarai Rela Melawan Maut
Next Article PNS di Ngada Ikut Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi

Related Posts

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

40 Peserta Kwarcab Pramuka Manggarai Barat Ikut Jambore Daerah NTT X dan Jambore Nasional XII 2026

23 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

40 Peserta Kwarcab Pramuka Manggarai Barat Ikut Jambore Daerah NTT X dan Jambore Nasional XII 2026

23 Juli 2026

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.