Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Desain Logo HUT RI ke-75 Mirip Salib, Dewan Syariah Kota Surakarta Protes
NASIONAL

Desain Logo HUT RI ke-75 Mirip Salib, Dewan Syariah Kota Surakarta Protes

By Redaksi10 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Logo ulang tahun Republik Indonesia ke-75 yang diprotes sejumlah ormas, karena diduga menyerupai simbol salib
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Logo Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-75 diprotes Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS).

Menurut DSKS ada salah satu desain logo HUT RI ke-75 tahun 2020 ini dianggap menyerupai simbol salib.

Protes DSKS disampaikan ke Pemkot Solo setelah menemukan logo menyerupai simbol salib terpasang di sejumlah lokasi di kota asal Presiden Joko Widodo itu.

Dilansir dari Kompas TV, DSKS menuntut agar pemerintah daerah Surakarta mencopot logo tersebut. Alasannya agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Tak hanya di Surakarta, Aliansi Umat Islam Karanganyar (AUIK) dilansir Mojok.co, juga memprotes pemasangan banner atau spanduk visual HUT RI tersebut di lingkungan kantor pemerintah Karanganyar.

Perwakilan dari AUIK bahkan mendatangi kantor Setda Karanganyar untuk melayangkan protes dan mendesak agar spanduk visual HUT RI yang mengandung nuansa salib dan mengganti desainnya.

Aksi protes DSKS itu ditanggapi oleh Kementerian Sekretariat Negara yang punya wewenang merilis logo ulang tahun ke-75 Republik Indonesia, disertai pedoman penggunaannya.

Dijelaskan, logo itu terdiri dari sepuluh bagian yang mencerminkan komitmen dan nilai luhur Pancasila, di antaranya fokus, kokoh, gotong royong dan berkembang.

Sepuluh bagian dirangkai menjadi kesatuan bentuk logo 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, pedoman sudah cukup menjelaskan dan melihatnya harus secara keseluruhan, tidak sepotong-sepotong.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Malaka Nasional
Previous ArticleMelihat Kejanggalan Bunuh Diri Remaja di Nangaroro Nagekeo
Next Article Pengamat: Mabar Butuh Seorang Eksekutor

Related Posts

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

GMNI Kritik Presiden Prabowo, Akses Ekspor Nelayan Dinilai Tak Signifikan Tanpa Perbaikan Kepemilikan Kapal

17 Februari 2026

Benny Harman: Jurnalis Berperan Jaga Hukum dan Pluralisme di Labuan Bajo

10 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.