Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Cerita dari Kepingan Sejarah yang Menghilang
Sastra

Cerita dari Kepingan Sejarah yang Menghilang

By Redaksi15 Agustus 20201 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Fatmawati (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*) Antologi Puisi Marno Wuwur

Cerita dari Kepingan Sejarah yang Menghilang

 

Malam sebelum kemerdekaan itu,

Ibu Fatmawati merangkai kuntum melati dan beberapa kelopak mawar

Yang diambil dari pekarangan rumahnya.

Dengan sebuah jarum dan benang dari serat-serat keringat

Dan ceceran darah para pahlawan, ia kemudian menyulam sebuah bendera.

Pukul sepuluh pagi kuntum-kuntum sang Saka itu mulai mekar

Semerbak wanginya memenuhi santero jagat.

Ritapiret, Agustus 2020

 OMEGA 1

Ada sebuah perarakan kecil

Berujung di ritus sebuah musim

Tangisan manis, dan ratapan duka

Bak deretan kereta yang berderit.

//

Meraung jauh di keheningan

Pada pintu-pintu samudra

Ia mengetuk.

Ini peziarahannya yang terakhir

Dan abadi.

                                             Ritapiret, 2019

OMEGA 2

Mereka yang di seberang

Masih terjerat janji

Untaian doa di musim semi

Dengan segala genang dan kenang.

Labuan Bajo, 24 Juli 2020

AGNESIA

Dia itu puisi Tuhan.

tiap kali lahirkan sajak

Penuh dengan makna

Bak bintik cahaya

Di sela gema ayat suci

Yang menjanjikan Surga.

 Ritapiret, 2018

*Mahasiswa STFK  Ledalero, berdomisili di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret.

Karya-karya sastranya seperti puisi dan cerpen, biasa dimuat di media Flores Pos, Majalah Warta Flobamora, Pos Kupang dan Media Online Vox NTT.

Marno Wuwur
Previous ArticleGubernur Sampaikan Pidato Radio HUT RI ke 75, Begini Kondisi Pembangunan di NTT
Next Article Kyarra’s Kelor dan Tata Boga Swakarya Gelar Baking Home Industry Class di Kupang

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.