Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Berbusana Adat Saat Mendaftar di KPU, Fresh Ingin Wujudkan Pemerataan Pembangunan di Tiga Swapraja TTU
Pilkada

Berbusana Adat Saat Mendaftar di KPU, Fresh Ingin Wujudkan Pemerataan Pembangunan di Tiga Swapraja TTU

By Redaksi4 September 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Paslon Hendrikus Frengky Saunoah dan Amandus Nahas mengenakan busana adat saat mendaftar di KPUD Kabupaten TTU, Jumat (04/09/2020). (Foto: Eman Tabean/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT – Bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Hendrikus Frengky Saunoah dan Amandus Nahas resmi mendaftar di KPU TTU, Jumat (04/09/2020).

Pantauan VoxNtt.com, pasangan yang maju dengan tagline Fresh tersebut tiba di KPUD sekitar pukul 14.35 wita.

Frengky dan Amandus berbalut pakaian adat lengkap khas TTU. Mereka diantar oleh para ketua partai politik pengusung dan pendukung yang sebagian besar juga berbalut pakaian adat.

Setiba di pintu gerbang, petugas melakukan pengukuran suhu tubuh, sebelum rombongan pendaftar dipersilahkan masuk.

Yohanes Salem, juru bicara paket Fresh, mengatakan penggunaan pakaian adat tersebut untuk menunjukkan keberagaman budaya yang ada di Kabupaten TTU.

Selain itu penggunaan pakaian adat tersebut juga untuk mempersatukan dan membangun keakraban tiga swapraja besar di kabupaten itu.

Keakraban tiga swapraja besar itu dinilai sebagai modal untuk mewujudkan harapan besar masyarakat TTU yang dinilai belum mengalami pemerataan pembangunan.

“Kita ingin membangun keakraban. Kita ingin mewujudkan harapan besar masyarakat TTU tentang asas keadilan dan pemerataan,” jelas ketua DPC Partai Demokrat TTU itu.

Anggota DPRD TTU dua periode tersebut melanjutkan, pihaknya sudah membawa seluruh persyaratan sesuai yang termuat dalam PKPU, seperti dokumen B1 KWK dari tujuh parpol pengusung, hasil tes swab bebas Covid-19, dan syarat lainnya.

Sekretaris Fraksi Ampera DPRD TTU itu mengaku, pihaknya membatasi massa pendukung yang mengantar paket Fresh datang mendaftar di KPU. Hal itu sebagai bentuk ketaatan dan kepatuhan dalam menjalankan protokol kesehatan.

Sementara itu, Ketua KPU TTU Paulinus Lape Feka mengatakan, pihaknya terlebih dahulu melakukan verifikasi terhadap berkas persyaratan yang dimasukkan.

Apabila syarat calon dan syarat pencalonan dinyatakan lengkap dan sah, berkas pendaftaran langsung diterima. Namun, jika belum lengkap, berkas tersebut akan dikembalikan untuk diperbaiki hingga batas akhir pendaftaran tanggal 6 September pukul 24.00 Wita.

Paulinus menambahkan, selain paket Fresh, ada tiga paket lain yang sudah melakukan komunikasi untuk mendaftar. Tiga paket lain tersebut yakni paket Desa Sejahtera (Juandi David dan Eusabius Binsasi), paket Kita Sehati (Kristiana Muki dan Yoseph Tanu), dan paket Faham (Valentinus Kebo dan Agustinus Meol).

“Yang satu itu tadi baru datang menyampaikan kalau besok jam 3 sore pendaftaran. Itu paket dari pak Valen Kebo,” ujar Paulinus.

Lebih lanjut Paulinus menegaskan, sesuai PKPU nomor 3 tahun 2017, satu parpol hanya boleh mengusung satu paslon. Apabila paslon sudah mendaftar dan syarat pendaftaran dinyatakan lengkap sehingga diterima oleh KPU, maka parpol tersebut tidak dapat lagi menarik dukungan dari paslon.

“Kalau sudah melakukan pendaftaran dan pendaftaran tersebut sudah dinyatakan diterima maka partai politik atau gabungan partai politik tidak dapat menarik kembali dukungan. Kalau menarik kembali dukungan pun tetap dinyatakan mendukung,” ujarnya.

Untuk diketahui, paket Fresh maju dalam Pilkada TTU dengan mendapat dukungan dari tujuh parpol dengan total 12 kursi di DPRD TTU. Tujuh parpol tersebut, yakni Partai Hanura tiga kursi, PDI Perjuangan, Partai Perindo, dan Partai Demokrat masing-masing dua kursi, dan PKS, PAN, dan Partai Berkarya masing-masing satu kursi.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Yohanes

TTU
Previous ArticleRayakan HPN, PLN Luncurkan Program Super Merdeka
Next Article Abdul Gafur, Mantan Menpora Era Soeharto Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

PMKRI Ruteng Datangi Bawaslu Manggarai, Soroti Politik Uang hingga Hak Pilih Disabilitas

13 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.