Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Empat Penjelajah Muda Ini Keliling Indonesia dengan Skuter Aneh
Feature

Empat Penjelajah Muda Ini Keliling Indonesia dengan Skuter Aneh

By Redaksi22 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga Kota Maumere sedang melihat-lihat skuter milik 4 penjelajah muda di Jl. Jendral Soedirman, Depan Kodim 1603, Sikka
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com- Skuter aneh penuh pernak-pernih yang diparkir pemiliknya di Jln. Jendral Soedirman, depan Kodim 1603 jadi tontonan warga Maumere. Ternyata 3 unit skuter tersebut adalah tunggangan 4 pemuda asal Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Keempat pemuda tersebut adalah Dani (27) asal Malang, Kadir (27) asal Bondowoso, Aleks (24) asal Ngawi, Wilan (28) asal Purwodadi.

Kepada VoxNtt.Com pada Selasa (21/2/2017) Dani yang didaulat mewakili ketiga temannya menerangkan mereka sedang dalam ekspedisi mengengelilingi Indonesia.

“Kami berangkat dari Oktober 2016 lalu,” ungkapnya.

Sebelumnya pada tahun 2012 lalu mereka sudah melakukan perjalanan dari Jawa menuju titik nol di Sabang, Pulau Sumatera.

“Karena kesulitan biaya jadi tidak semua kota bisa kami singgahi. Setidaknya kami bisa sampai di pulau-pulaunya,” terang Dani.

Pada Desember lalu, perjalanan mereka sempat terhenti di Bima ketika terjadi banjir. Mereka pun memanfaatkan kesempatan untuk menjadi relawan. Membantu para korban.

Ada banyak suka dan duka dalam perjalanan mereka. Di Lombok mereka dirampok.

“Pernah di Labuan Bajo kami disangka teroris,” tuturnya.

Selain itu, mereka seringkali terpaksa berhenti lama di satu kota karena harus bekerja mengumpulkan uang agar bisa melanjutkan perjalanan.

Terkait skuter mereka yang aneh bahkan terkesan tak terurus, Dani berkisah skuter mereka mengangkut kenangan-kenangan.

Meskipun demikian, Dani mengatakan dokumen skuter mereka lengkap. Itu lah sebabnya mereka bisa sampai ke Flores.

Semua barang atau cinderamata yang ada berasal dari tempat yang mereka datangi. Ada yang diberi orang ada juga yang kami dapatkan sendiri.

“Ada tanduk dan kain adat dari Kampung Adat Bena di Bajawa,” kisahnya. (Are/VoN)

Sikka
Previous ArticlePria di Nagekeo Tewas Gantung Diri di Pohon Fuja
Next Article Kasus Kekerasan Seksual Anak Bawah Umur di Ngada Terus Bertambah

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.