Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Teruntuk Jiwa-Antologi Puisi Muhammad Zaini
Sastra

Teruntuk Jiwa-Antologi Puisi Muhammad Zaini

By Redaksi4 Oktober 20201 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Tuhan Aku Tidak Paham

Tuhan aku tidak paham.

Tapi aku hanya ingin puisi

Yang seperti ini.

……. (namanya)

Terimakasih, aku merasa cukup.

Dan kami berakhir.

Dalam gelak tawa tiga cucu.

Aku mati

Teruntuk Jiwa

Teruntuk jiwa yang kupuja.

Kini aku kian tersesat dalam binar matamu.

Seakan hidup berotasi pada lakumu.

Puan, aku hanya tersesat dalam binar matamu.

Dan kau tak juga memberi arah untuk aku pulang.

 

Teruntuk jiwa yang kupuja.

Biarkan aku melangkah,

jika menetap bukan lagi kita.

Menjelma Satu

Puan, senyap semakin menggerogotiku

Di antara lamunan tentangmu yang membisu

Aku dalam tualang pencarian makna

Hatiku kian berotasi pada lakumu merona

Entah angin apa yang menghadirkan harum pelukmu di jaketku

 

Aku tahu kita telah usai

Tapi kenangan menjelma satu dalam rinai

Ego

Tuhan aku mau dia.

Menggenap

Puan, sudah kuiyakan.

Tuan, sudah kuaminkan.

 

Tentang Penulis

Muhammad Zaini berasal dari Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Saat ini ia merupakan mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Menyukai kopi.

Muhammad Zaini Puisi Akhir Pekan
Previous ArticleBripka Andi Dharma: Saya Yakin, Ada Banyak Orang Baik di Belakang Saya
Next Article Kita adalah Secangkir Kopi-Antologi Puisi Alexander Wande Wegha

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.