Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Tanam 3050 Anakan Pohon, WTM: Ini Kado Cinta Petani untuk Hutan Egon
HEADLINE

Tanam 3050 Anakan Pohon, WTM: Ini Kado Cinta Petani untuk Hutan Egon

By Redaksi24 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Sikka, Yosep Ansar Rera (berjongkok) menanam anakan pohon
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com- Bila Valentine dirayakan dengan mengumbar kata-kata cinta nan romantis, atau memberi kado maka petani di Maumere punya cara yang berbeda. Mereka melakukan penanaman 3050 anakan pohon di kawasan hutan Egon Ilimedo pada Rabu (22/2/2017).

Kegiatan penanaman pohon oleh petani dari 4 desa di Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka ini dalam rangka memperingati Valentine Day.

Direktur WTM, Winfridus Keupung menyatakan kegiatan yang dilakukan oleh petani dampingannya tersebut bertajuk Green Valentine Day.

“Ini merupakan kado cinta petani untuk hutan lindung Egon Ilimedo yang selama ini telah memberi berkah pada mereka,” tulis Winfridus dalam press release yang diterima VoxNtt.Com pada Kamis (23/2/2017).

Tujuan penanaman pohon ini adalah untuk memulihkan kerusakan-kerusakan pada kawasan hutan ini khususnya di wilayah Mapitara.

Lebih jauh Winfridus menyatakan berdasarkan hasil studi pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan oleh petani peneliti di bawah bimbingan WTM ditemukan sejumlah masalah.

Masalah yang dimaksud diantaranya kerusakan hutan akibat perambahan dan berkurang debit air.

Kawasan hutan Egon Ilimedo merupakan salah satu kawasan hutan di Kabupaten Sikka yang memiliki luas 19.456,80 Ha atau 78,6% dari total luas kawasan hutan Kabupaten Sikka yang seluas 24,738,43 Ha.

Kawasan hutan ini meliputi tiga kecamatan yakni Kecamatan Waigete, Kecamatan Mapitara, dan Kecamatan Doreng.

Hasil pendataan UPT Kehutanan Sikka menyatakan khusus untuk wilayah Mapitara terjadi kerusakan akibat perambahan hutan seluas 280 Ha.

“Diduga deforestasi ini kemudian menyebabkan menurunnya debit 8 mata air yang tersebar di empat desa yakni Natakoli, Egon Gahar, Hale dan Hebing,” ungkap Winfridus.

Kegiatan penanaman anakan pohon ini diselenggarakan oleh Wahana Tani Mandiri (WTM) bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, dan UPT Kehutanan serta didukung oleh Critycal Ecosystem Partnership Fund (CPEF) dan Burung Indonesia.

Anakan pohon yang ditanam antara lain ara, beringin, ‘huler’, dan waru yang diyakini mampu mendatangkan air.

Dari total 3050 anakan tersebut 1500 diantaranya merupakan hasil penangkaran petani setempat. Sisanya merupakan sumbangan dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, dan UPT Kehutanan.

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Sikka, Yosep Ansar Rera. Turut hadir dalam dalam kegiatan penghijauan tersebut antara lain pemerintah Kecamatan Mapitara, 4 pemerintah desa di Kecamatan Mapitara, OMK Paroki Hale Hebing, Tagana dan Koramil Bola. (Are/VoN)

Sikka
Previous ArticleJelang Tour de Flores, Pemkab Matim Pusing Cari Dana Tambahan
Next Article BRI Beri Bantuan Mobil Rp 410 Juta untuk Pemkab Manggarai

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.