Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»BMPS Bolelebo Festival Resmi Digelar, Sekolah Swasta Punya Peran Penting dalam Pembentukan Karakter Bangsa
Pendidikan NTT

BMPS Bolelebo Festival Resmi Digelar, Sekolah Swasta Punya Peran Penting dalam Pembentukan Karakter Bangsa

By Redaksi13 November 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peserta BMPS Bolelebo Festival tahun 2020 saat pose bersama, Jumat, 13 November 2020
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur resmi menggelar BMPS Bolelebo Festival tahun 2020 bagi para pelajar SD dan SMP swasta, Jumat (13/11/2020).

Ketua Umum BMPS NTT Winston Neil Rondo mengatakan, sekolah swasta memiliki peran penting dalam pembentukan karakter bangsa sebelum kemerdekaan. Bahkan hingga saat ini sekolah swasta tetap memberikan sumbangsihnya dalam mengisi kemerdekaan yang telah diraih.

Ia mengatakan, BMPS adalah asosiasi perguruan swasta yang dibangun setelah kemerdekaan Indonesia. Salah satu penggagasnya adalah berbagai perguruan swasta yang bergelut dalam pendidikan di tanah air seperti perguruan Taman Siswa, majelis pendidikan katolik, majelis pendidikan Kristen, pendidikan NU dan Pendidikan Muhamadyah. Tujuannya tentu saja untuk membentuk karakter generasi bangsa.

“Pemimpin dulu itu bisa baca tulis itu belajar dari sekolah-sekolah swasta,” kata Winston kepada VoxNtt.com, Jumat sore

Winston menjelaskan, BMPS Bolelebo Festival adalah bentuk motifasi kepada seluruh sekolah swasta agar terus berjalan maju walaupun dihalangi oleh suasana pandemi Covid-19. Bahkan kegiatan ini adalah pertama kalinya dilaksanakan bagi para pelajar dari berbagai SD dan SMP di Kota Kupang.

Saat ini, kata dia, suasana sedang dalam masa sulit, di mana kurang lebih 10 bulan diperhadapkan pandemi Covid-19. Banyak orang kemudian memilih untuk tinggal di rumah dan tidak melakukan apapun. Padahal mendidik dan membangun bangsa Indonesia harus terus aktif bergerak.

“Acara ini untuk memberi semangat, spirit bagi dunia pendidikan kita, walaupun di tengah pandemi, kita ingin maju trus, anak-anak kita tetap produktif dan tetap tampil di depan,” tegasnya.

Sementara Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore mengatakan, kegiatan yang digagas oleh BMPS NTT ini, adalah wadah kreativitas dari para siswa. Sebab secara langsung telah memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk tetap produktif berkreasi walaupun dalam masa pandemi Covid-19.

Menurut Jefri, festival ini juga memberikan nilai positif bagi masa depan anak bangsa. Pasalnya, dengan kegiatan ini anak-anak bisa terlatih secara mental untuk tampil percaya diri dengan talenta yang dimiliki.

“Mental anak-anak kita harus dibangun dari kegiatan macam kayak gini. Jangan pikir menang atau kalah, kalau bapak mama sonde pernah berikan kesempatan anak ikut lomba, maka dia tidak akan berani, sebab giat seperti inilah proses karakter anak dibentuk,” pungkasnya saat membuka kegiatan tersebut.

Diketahui, Festival yang digagas BMPS NTT didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang.

BMPS Bolelebo Festival tahun 2020 diikuti oleh 107 peserta yang terakomodasi dalam lomba menyanyi solo, fashion show dan lomba mewarnai.

Sementara untuk pentas seni online yang akan dilaksanakan pada Sabtu esok 14 November 2020, sudah terdaftar 26 sekolah dari 10 kabupaten/kota di NTT.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

BMPS NTT Jefri Riwu Kore Kota Kupang
Previous ArticleTerkait Kasus Pemecatan 15 Guru Komite di SMKN 1 Wae Ri’i, Fraksi PKB Merasa Dibohongi Pemprov NTT
Next Article Pemda Diminta Bentuk Perda Bantuan Hukum Gratis bagi Warga Miskin

Related Posts

Peringati Hari Anak Nasional, Yayasan TKK Fransiskus Assisi Karot Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan

28 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.