Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Cegah Disparitas Kota-Desa, Ide Zonasi Pertanian Edi-Weng Disambut Positif Akademisi
Pilkada

Cegah Disparitas Kota-Desa, Ide Zonasi Pertanian Edi-Weng Disambut Positif Akademisi

By Redaksi30 November 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lasarus Jehamat, pengamat sosial politik Undana Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNtt.com-Meski Labuan Bajo sudah ditetapkan sebagai daerah Pariwisata Super Premium, namun tidak boleh dilepaskan-pisahkan dari karakter geografi-kepemerintahan Manggarai Barat sebagai desa.  

“Karena itu desa-desa di Manggarai Barat harus didorong ke arah desa global” demikian pandangan sosiolog Universitas Nusa Cendana Kupang, Lasarus Jehamat.

Desa global yang dimaksudkan Jehamat adalah desa yang terbuka dan terhubung melalui jaringan internet dan infrastruktur transportasi yang memadai.

Dengan demikian, akses informasi, perpindahan manusia, modal dan barang dari dan keluar desa, dapat dengan mudah menjangkau desa-desa di Mabar.

Muara akhir dari konsep desa global tentu dalam rangka percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat Manggarai Barat.

Jehamat menambahkan, jika berbicara tentang desa maka selanjutnya perlu dicermati keunggulan desa yang mayoritas masyarakatnya sebagai petani.

Pertanian, kata dia, merupakan nadi ekonomi rakyat di desa. Itu terbukti dari  Data PDRB Manggarai Barat lima (5) tahun terakhir di mana kontribusi Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan rata-rata 27,22 persen.

Jebolan pascasarjana Universitas Gajah Madah ini pun menyambut positif gagasan zonasi pertanian yang dicanangkan paket Edi Endi-Yulianus Weng (Edi-Weng).

Banner zonasi pertanian ala paket Edi-Weng

Dalam konsep ini, pengembangan pertanian harus berbasis keunggulan masing-masing zona/wilayah yang terdiri dari zonasi persawahan, perkebunan, sayur-buah dan peternakan. Tujuannya agar pariwisata super premium Labuan Bajo memiliki koneksi ekonomi dengan pertanian Manggarai Barat.

“Saya melihat itu program bagus. Pertanian Mabar harus dihidupkan agar tidak ada disparitas antara kota dan desa” ungkapnya.

Meski demikian, program ini, kata dia, harus dikerjakan secara fokus, sistematis dan terukur jika Edi-Weng maupun oleh paket-paket lain yang nantinya terpilih.

“Koneksi antarwilayah itu menjadi keharusan agar dampak pariwisata super premium bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Mabar,” ungkapnya.

Konsep Teknologi Pertanian Edi-Weng

Satu lagi yang menjadi catatan Jehamat yakni paket Edi-Weng harus membuat peta keunggulan desa/wilayah. Jika belum ada, maka riset ilmiah harus dilakukan sehingga pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat dan dampaknya signifikan.

“Peta keunggulan desa/wilayahnya harus ada biar masyarakat tahu dan setelah itu bersama pemerintah bisa mulai mengembangkan desa,” ungkapnya. (VoN).

Edi-Weng Lasarus Jehamat Manggarai Barat Pertanian Mabar Pilkada Mabar
Previous ArticleIbrahim Medah Ajak Kaum Milenial Pilih Pemimpin yang Mampu Menjadi Pelayan
Next Article PLN Sambungkan Listrik Gratis untuk 6.017 KK Miskin

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.