Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ketua DPRD Sikka Minta Koperasi Nelayan Dihidupkan Lagi
Regional NTT

Ketua DPRD Sikka Minta Koperasi Nelayan Dihidupkan Lagi

By Redaksi28 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com- Apa pun bantuan yang diberikan kepada nelayan hanya akan menjadi sia-sia bila tidak ada alat untuk memastikan keberlanjutannya.

Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga menilai koperasi nelayan adalah alat terbaik untuk memastikan keberlanjutan usaha nelayan.

Politisi partai Golkar ini berharap koperasi Mina Lestari dihidupkan kembali.

“Nelayan kita bisanya langsung habis menggunakan hasil jualanannya tanpa disisihkan. Kalau seperti itu, bantuan apa pun tidak akan bertahan lama,” ungkap Rafael via sms kepada VoxNtt.Com pada Senin (27/2/2017).

Menurut dia, dengan berkoperasi nelayan berkesempatan membangun ekonomi secara gotong royong.

Nelayan dapat menyisihkan sebagian hasil penjualan tangkapan mereka yang nantinya bisa dipinjam oleh nelayan lain.

Koperasi juga bertanggungjawab atas penyediaan kebutuhan pokok keluarga nelayan dan pemasaran.

“Dengan cara itu problem keterbatasan modal ataupun sarana prasarana dan pemasaran dapat diatasi bersama,” tegasnya.

Menurut Rafael, pada tahun 2006 lalu hadir sebuah koperasi bernama Mina Lestari. Koperasi Mina Lestari ini adalah koperasi nelayan dan pembudi daya ikan di Sikka.

“Mina itu bahasa Jawa yang artinya ikan,” ungkapnya.

Rafael menuturkan bahwa modal Koperasi Mina Lestari tersebut bersumber dari pusat atau dibiayai APBN. Sayangnya, koperasi tersebut bangkrut akibat manajemen yang dinilainya bobrok.

Rafael menduga ada penggelapan atas modal koperasi tersebut oleh para pengurusnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap koperasi seperti itu dihidupkan kembali dan model pengelolaannya perlu diperbaiki.

Caranya menghidupkan kembali koperasi tersebut, jelas Rafael  dengan mengusut dana Koperasi Mina Lestari yang diduga telah disalahgunakan tersebut.

“Tagih kembali hutangnya dan minta jaksa periksa pengurusnya. Ada banyak yang masih hidup dan motivasi,”tegas dia. (Are de Peskim/VoN)

Sikka
Previous ArticleProyek Dermaga Tidak Tuntas, Warga Papagarang Lapor Mantan Kades
Next Article Polres dan Kodim 1625 Ngada Solid, Kapolda NTT Apresiasi

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.