Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Mabar Meninggal Disambar Petir
Regional NTT

Warga Mabar Meninggal Disambar Petir

By Redaksi13 Februari 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jasad korban saat disemayangkan di rumah korban di Dusun Capi, Desa Golo Bilas, Jumat (12/02/2021)(Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Nasib nahas menimpa Petrus Santu (50) warga Dusun Capi, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar). Petrus meninggal dunia karena disambar petir Jumat (12/02/2021).

Vinsensius Vebrin (45), ipar kandung korban menjelaskan, sekitar pukul 08.00 Wita, korban pergi ke kebun memotong kayu doken untuk pembangunan rumah.

Korban pergi ke kebun kata Vebrin, untuk memotong kayun doken atas permintaan Suhardi, tetangganya.

“Dia (korban) pergi potong kayu doken. Sepertinya dia potong kayu sudah mulai pas 40 batang terus dia bawa simpan di pinggir saluran irigasi Lingko Pilipo Marombok. Mungkin saja waktu dia berdiri petir langsung sambar dia dan langsung jatuh di atas kayu,” ungkap Vebrin kepada VoxNtt.com, Jumat malam.

“Dia pergi sendirian ke kebun,” lanjut Verbin.

Sebelum korban ditemukan kata Vebrin, istrinya Yuliana Milda (45) datang ke rumahnya memberitahukan bahwa sejak siang korban belum pulang.

“Karena istrinya beritahu saya, kami langsung pergi ke kebun sekitar jam 20.00 Wita. Kami ada 10 orang pergi ke kebun,” jelas Vebrin.

Sampai di irigasi yang jaraknya sekitar 1 KM dari jalan utama, dia melihat korban dalam posisi tertidur di atas tumpukan yang sudah dipotong oleh korban.

Vebrin menyebut, saat ditemukan pada pukul 20.30 Wita, korban sudah tidak bernyawa dengan luka bakar di sejumlah bagian tubuh.

Dari pihak keluarga kata Vebrin, menyebut bahwa korban meninggal karena disambar petir.

Pihak keluarga, lanjut dia, menerima dengan ikhlas atas musibah yang telah terjadi.

Pantauan VoxNtt.com, jasad korban disemayangkan di rumah korban di Dusun Capi, Desa Golo Bilas.

Keluarga belum menginformasikan kapan jasad korban dimakamkan. Hadir pula di rumah duka Bhabinkamtibmas Desa Golo Bilas Bripka Andy.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

 

Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleGerebek Lokasi Judi, Anggota Polres TTU Amankan Uang dan Empat Terduga Pelaku
Next Article Kembali Berbagi Kasih, Jurnalis Manggarai Sambangi Dua Panti Asuhan di Kota Ruteng

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.