Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Kopi Pahit: Antologi Puisi Erick Bhiu
Sastra

Kopi Pahit: Antologi Puisi Erick Bhiu

By Redaksi13 Februari 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

_Ketuklah dan aku akan membukakannya untukmu. 

Pintu ini haram bagi yang lain tapi tidak bagimu!_

 

KOPI PAHIT

Malam ini terlalu dingin

Sampai kata-kataku ikut menggigil

Akh…bisakah kau membuatkanku segelas kopi?

Biar sedikit hangat tubuhku

Dan kata-kataku tak keburu kaku di ujung pena.

 

*mikhael, 2021

 

DEKAT JENDELA

Di dekat jendela aku duduk

Pikiran kosong.

Hanya ada wajah dia yang tak kunjung pudar.

Dan pada suatu titik waktu aku ingin duduk bersamanya.

Aku ingin berbagi momen cinta.

Merapal kata-kata ampuh di balik hatiku yang telanjur rapuh.

 

Apa artinya cinta jika kau tak mau terluka karenanya

Lantas hidup tanpa cinta serasa mau mati.

 

Mari nak, duduklah dekatku! 

Aku ingin kita berbisik dari hati ke hati

Mungkin ibu punya obat paling ampuh tuk sudahi hatimu yang perih.

 

Ibu, aku sudah telanjur luka

Dengan perumpamaan cinta penuh ngilu

Dan sandiwara cinta yang dia akal-akali

Apakah cinta kami sebuah fiksi belaka?

Apa aku harus terus mencintai.

Aku butuh jawabanmu.

 

Cinta bukan fiksi. Dia nyata melalui rasa yang kau pahat di pangkal hati.

Dia yang menyakiti dan kau yang tersakiti harus terus mencintai

Meskipun nanti hatimu dan hatinya berulang kali dilukai oleh cinta yang perih.

 

*mikhael, 2021

 

VALENTINE

Aku ingin mencintaimu hari ini 

Sungguh-sungguh mencintai

Sampaiku teringat

Bahwa kau yang selalu ada dalam puisi-puisi liarku ini

 

*mikhael, 2021

Erick Bhiu
Previous ArticleKembali Berbagi Kasih, Jurnalis Manggarai Sambangi Dua Panti Asuhan di Kota Ruteng
Next Article Hari Raya Valentine: Antologi Puisi Melki Deni

Related Posts

Elegi Luka Sang Pemaaf

19 April 2026

Tentang Pintu Kiri dan Pintu Kanan di Surga

19 April 2026

Senja di Atas Batu Sisa

13 April 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.