Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Puisi: Ayah
Sastra

Puisi: Ayah

By Redaksi27 Maret 20211 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Fritz Yofrilolis
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*Oleh: Fritz Yofrilolis

Ayah

Ada duka yang kemarin

Terselip tenang pada jemarimu yang terkupas

Ada tangis hampir pecah

Menggantung tabah pada pelupuk matamu

Dan kau tersenyum

“Ayah masih sangat muda, nak.

Ambilkan ayah sebuah pacul

Ayah ingin menyiapkan rumah untukmu”

***

Setelah usai

Kau kembali dan mengajakku tepat di depan rumah yang baru kau selesaikan

“Nak, buatkan ayah sebidang tanah

Ayah ingin menitipkan tubuh kusam ayah di dalamnya

Sudah ayah titipkan berbagai keluh yang dahulu kau sesalkan

Dan tepat di depan pintu rumahmu

Ada doa ibu yang selalu menunggu kepulanganmu”.

“Kemanakah ayah akan pergi?” Tanyaku kebingungan

“Kenanglah ayah, bahkan saat kau tak mengingat rupaku lagi. Kisahkan kepada anak-anakmu kelak, bahwa kau tak pernah mendengar Tuhan menangis.”

***

Tanpa kata

Ayah lenyap lalu menjadi aku

 

Tentang Penulis:

Fritz Yofrilolis adalah mahasiswa semester VIII STFK Ledalero

Status: “Mencintai hal-hal yang mustahil, salah satunya kamu”.

Fritz Yofrilolis
Previous ArticleSTP Bandung, Asparnas dan Loccal Colletion Bangun Kerja Sama Pelatihan Pariwisata Setingkat D1 di Mabar
Next Article Demokrat Malaka Ajak Masyarakat Hilangkan Sekat Pilkada

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.