Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Puisi: Kabar Duka
Sastra

Puisi: Kabar Duka

By Redaksi10 April 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*Oleh: Yanri Ona

Kabar Duka

Bulan membentang padang cahaya di tengah malam,

Diam-diam setangkai rindu patah di pelupuk mataku,

Air mata menetes pada dinding pipi, isak yang tragis merintih mengenang sebab.

Tuhan, aku di sini tinggal sendiri.

Ayah sudah tak mungkin  kembali ke sini, aku melihat  ayah terhanyut pergi dengan sesal yang terpahat pada kerut di keningnya.

Tuhan, aku di sini masak sendiri.

Ibu tak mungkin kembali, kemarin aku melihat ibu terkubur abu dan debu. 

Tuhan, aku di sini sepi.

Sebab banyak orang yang pergi tak mungkin kembali. Tuhan sebenarnya kenapa?

Ayah dan ibu juga pergi tanpa meninggalkan sebuah pesan dalam tudung rindu, atau menulis sebuah puisi doa agar aku dapat menemukan mereka mungkin di Gereja.

Tuhan mengapa kehilangan terasa begitu pahit?

Baru beberapa hari ayah dan ibu pergi tapi rindu ini sudah melangit,

Tangis tak kunjung kering karena harap mustahil menunai hasil,

Tuhan, aku sendiri.

Tuhan, aku butuh bantuan.

Tuhan, aku menulis kabar duka ini pada langit-langit doaku yang kelabu, berharap kau memulangkan ayah juga mendatangkan ibu walaupun hanya kaku dan dingin terpahat di mataku,

Tuhan, Amin paling dalam aku panjatkan dalam namamu.

 

Yanri Ona dilahirkan dan besar di Maumere, Nusa Tenggara Timur. Sekarang duduk di kursi Perguruan Tinggi dan sedang belajar untuk terus menjadi orang yang baik-baik.

Yanri Ona
Previous ArticleTuan, Bergegaslah!
Next Article Menteri Pertanian RI Serahkan Bantuan 20 Truk Sembako untuk NTT

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.