Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Diduga Aniaya Warganya, Kades Kuluan TTU Dipolisikan
VOX DESA

Diduga Aniaya Warganya, Kades Kuluan TTU Dipolisikan

By Redaksi4 Mei 20215 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Yoseph Martinus Dupe, Kepala Desa Kuluan, Kecamatan Biboki Feotleu, Kabupaten TTU diadukan warganya sendiri ke polisi, Rabu (28/04/2021).

Kades Yoseph diadukan ke polisi lantaran diduga menganiaya Valentinus Ambasan yang merupakan warganya sendiri.

Informasi yang berhasil dihimpun VoxNtt.com, selain menganiaya, Kades Yoseph juga diduga mengeluarkan kata makian terhadap korban Valentinus dan istrinya Bergitha Mutik.

Bergitha Mutik, istri korban saat dihubungi VoxNtt.com melalui telepon, Jumat (30/04/2021), membenarkan bahwa dirinya dan suami telah mengadukan Kades Yoseph ke Kepolisian Sektor Biboki Utara pada Rabu (28/04/2021) malam.

Laporan terutama karena Kades Yoseph diduga telah melakukan penganiayaan terhadap suaminya Valentinus Ambasan.

Usai melapor, Bergitha mengaku dirinya dan suami langsung diambil keterangannya oleh polisi.

“Itu malam juga langsung visum di dokter,” jelasnya.

Bergitha menjelaskan, kasus penganiayaan oleh Kades Yoseph terhadap suaminya itu bermula pada Rabu (28/04/2021) sekitar pukul 17.30 Wita, dirinya yang sementara berada di dalam rumah mendengar suara orang memanggil dari luar.

Mendengar panggilan tersebut, Bergitha pun langsung keluar untuk menemui orang yang memanggil dirinya tersebut.

“Saya keluar bapak kepala desa yang ada berdiri di depan pintu rumah,” katanya.

Bergitha mengaku dirinya langsung menyapa Kades Yoseph dengan sapaan yang sopan.

Namun bukannya menjawab sapaannya, Kades Yoseph malah memaki dirinya dan menunjuk dengan jari telunjuk ke arah matanya.

Sambil itu Kades Yoseph pun menuding Bergitha ingin menggugatnya.

“Jadi saya tanya mau gugat bapak soal apa jadi bilang mau gugat dia (kades) soal pembangunan 1 unit rumah KB dan 3 buah rumah layak huni,” tuturnya.

Mendengar itu, Bergitha pun kemudian menegur sang kades agar jika terdapat persoalan berkaitan dengan pekerjaan hendaknya diselesaikan di kantor desa.

Apalagi Bergitha juga merupakan anggota BPD yang merupakan mitra kerja kepala desa.

“Saya langsung jawab dia (kades), bapak, saya tidak tahu persoalannya kalau memang ada persoalan bapak jangan dalam keadaan mabok datang menyerang saya di rumah,” katanya.

Bergitha mengaku permintaan dirinya agar persoalan tersebut bisa dibicarakan secara baik-baik di kantor desa tidak diindahkan oleh sang kades.

Sehingga Bergitha pun langsung mengusir sang kades keluar dari halaman rumahnya.

“Dia (kades) keluar sampai di jalan raya dia teriak bilang an””ing kalau lu berani pi (pergi) lapor saya di mana saja,” ujarnya.

Bergitha melanjutkan, saat dirinya dan kades masih terlibat “perang mulut” sang suami Valentinus Ambasan pun tiba dari kebun.

Mendengar dirinya dimaki-maki oleh kades, jelasnya, sang suami Valentinus pun langsung marah dan menegur kades Yoseph.

Teguran tersebut bukannya diindahkan, malah Kades Yoseph kemudian melontarkan kata makian terhadap Valentinus dan memintanya untuk mengajari istrinya Bergitha.

Usai mengeluarkan kata-kata tidak senonoh itu, Kades Yoseph langsung meloncat dan menendang Valentinus hingga terjatuh.

Valentinus yang sudah terjatuh langsung dipukul lagi oleh Kades Yoseph pada bagian pipi.

Usai memukul, Kades Yoseph pun masih melontarkan kata-kata tidak senonoh terhadap Bergitha dan sang suami.

Pertikaian baru berhenti setelah Sekdes Kuluan yang juga berada di lokasi kejadian berhasil meleraikan pertengkaran tersebut.

“Setelah itu dia (kades) langsung pulang ke rumah, saya dan suami langsung ke Polsek Biboki Utara untuk melapor,” tuturnya.

Kapolsek Biboki Utara Iptu Marchal Riberu saat dikonfirmasi VoxNtt.com membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan dengan Kades Yoseph sebagai terlapor.

Menurutnya, setelah menerima laporan tersebut pihaknya langsung mengambil keterangan dari korban dan saksi.

Sementara untuk Kades Kuluan baru dilakukan Klarifikasi pada Senin (03/05/2021).

“Kebetulan di Kuluan ada pemilihan BPD jadi Senin baru kades datang untuk diperiksa, kalau tidak datang maka kita akan keluarkan surat pemanggilan,” tegasnya.

Terpisah Kades Yoseph yang dikonfirmasi VoxNtt.com melalui telepon, Minggu (02/05/2021), mengaku bahwa pada Rabu (28/04/2021) sore dirinya sempat ke rumah Valentinus Ambasan.

Tujuan dia ke sana untuk mengklarifikasi beberapa informasi yang disebarkan oleh Bergitha yang merupakan istri dari Valentinus.

Saat tiba di rumah Valentinus, Kades Yoseph mengaku dirinya secara sopan menegur Bergitha agar jika terdapat persoalan mengenai pembangunan bisa langsung disampaikan kepada dirinya baik secara langsung atau pun saat forum rapat di kantor desa.

“Saya tidak maki mama (Bergitha Mutik) itu saya punya tanta,” tuturnya.

Kades Yoseph mengaku usai berbicara seperti itu, dirinya langsung mengajak Bergitha untuk pergi ke rumah Ketua RT 04 untuk meluruskan persoalan tersebut.

Pertemuan tersebut juga akan dihadiri oleh para tetua di desa.

Namun lantaran sudah malam, jelasnya, para tetua meminta agar penyelesaian persoalan tersebut dilakukan keesokan harinya.

“Karena sudah malam orang tua mereka bilang bapak ini sudah malam, kita jangan urus dengan malam karena nanti tidak baik,” tuturnya.

Permintaan para tetua tersebut pun langsung disanggupi oleh Kades Yoseph sehingga ia pun memilih untuk membubarkan pertemuan tersebut.

Saat hendak beranjak pulang, jelasnya, Valentinus malah datang dan meneriaki dirinya dengan kata-kata yang tidak senonoh.

Yoseph mengaku saat itu dirinya pun langsung naik pitam dan keduanya nyaris terlibat adu fisik.

Namun hal itu tidak sempat terjadi lantaran langsung dileraikan oleh aparat desa yang ada di lokasi tersebut.

“Saya sempat terbawa emosi dan pergi untuk kami 2 (kades dan Valen) mau berkelahi, tapi tidak sempat berkelahi orang tua dan linmas sudah leraikan kami tapi itu sudah magrib, sudah gelap,’ tuturnya.

Yoseph pada kesempatan itu mengaku jika Valentinus merupakan paman kandung dari istrinya.

Sehingga setelah kejadian, keesokan pagi dirinya langsung pergi ke rumah Valentinus untuk meminta maaf dan siap untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara adat.

“Hanya mungkin om Valen masih emosi jadi om Valen jawab bilang ia sudah nanti baru kita urus secara kekeluargaan,” ujarnya.

Kades Yoseph mengaku dirinya juga siap apabila dipanggil untuk diperiksa oleh pihak kepolisian.

Namun ia lebih berharap kasus tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan mengingat Valentinus merupakan paman kandung dari istrinya.

“Yang saya sedikit sesalkan itu ada pihak ketiga yang tidak berada di lokasi kejadian malah menarasikan di media sosial dan itu membunuh saya punya pribadi, itu yang saya sedikit kesal,” tegasnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Desa Kuluan TTU
Previous ArticleTangis Haru Rensi di Tengah Buruknya Infrastruktur Menuju SMAN 3 Lamba Leda
Next Article Busana Adat Warnai Upacara Hardiknas di SDI Bealaing

Related Posts

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.