Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»Draft Pernyataan PBB Terbaru tentang Konflik Israel-Palestina Kembali Diblokir Amerika
INTERNASIONAL

Draft Pernyataan PBB Terbaru tentang Konflik Israel-Palestina Kembali Diblokir Amerika

By Redaksi17 Mei 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Artileri-artileri Israel di perbatasan menembaki sasaran di Jalur Gaza (12/5). (Foto: Voa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT-Pernyataan seruan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait seruan penghentian konflik Israel-Palestina terus diulur-ulur. Pasalnya, Amerika Serikat kembali memblokir draft pernyataan seruan DK PBB disampaikan Senin (17/05) kemarin.

Terhitung, dalam sepekan terakhir Negeri Paman Sam memblokir draft pernyataan seruan DK PBB untuk konflik Israel-Palestina yang hingga kini terus merenggut korban jiwa.

Akibatnya, sesi darurat dalam pintu tertutup lainnya diadakan kembali pada Selasa (18/5/2021).

Sebelumnya, naskah pernyataan bersama PBB rancangan China, bersama dengan Tunisia dan Norwegia diserahkan Minggu malam (16/5/2021), untuk mendapat persetujuan Senin (17/5/2021) oleh 15 anggota dewan.

Pada waktu yang sama, jet Israel terus menghantam Jalur Gaza dan jumlah korban tewas dari kekerasan selama seminggu melampaui 200 jiwa.

BACA JUGA: Amerika Blokir Rapat Dewan Keamanan PBB, China Siap Jadi Tuan Rumah Bahas Israel dan Palestina

Amerika Serikat mengindikasikan bahwa mereka “saat ini tidak dapat mendukung ekspresi” (dalam draft pernyataan) oleh Dewan Keamanan PBB. Demikian kata seorang diplomat kepada AFP, sebagaimana dilansir Kompas.com, Senin (17/05).

Misi diplomatik Norwegia untuk PBB mengumumkan bahwa Dewan Keamanan akan mengadakan pertemuan tertutup darurat baru tentang konflik Israel-Palestina pada Selasa (18/5/2021).

Pertemuan ini merupakan yang keempat kalinya diselenggarakan oleh badan itu sejak 10 Mei.

“Situasi di lapangan terus memburuk. Warga sipil yang tidak bersalah terus terbunuh dan terluka. Kami ulangi: hentikan api. Akhiri permusuhan sekarang,” kata delegasi di Twitter.

Dewan Keamanan telah mengadakan tiga pertemuan darurat tentang meningkatnya kekerasan dalam seminggu terakhir.

Dalam agenda terakhir pada Minggu (16/5/2021), anggota DK PBB masih belum mencapai kesepakatan, dengan sekutu utama Israel, Amerika Serikat (AS), dituduh menghalangi keputusan.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric menggarisbawahi pentingnya mengambil posisi yang terkonsolidasi dalam konflik tersebut.

“Saya menyatakan kembali kebutuhan akan suara yang sangat kuat dan bersatu dari Dewan Keamanan, yang menurut kami akan berpengaruh,” katanya dalam konferensi pers.

Majelis Umum PBB akan mengadakan debat langsung tentang bentrokan Israel-Palestina pada pada Kamis siang (20/5/2021), kata juru bicara majelis Brenden Varma.

Menurut para diplomat, sidang akan berlangsung di tingkat menteri dan beberapa pejabat pemerintah sudah menyatakan akan ambil bagian.

Lindungi Warga Sipil dan Anak-anak

Rancangan teks terbaru, yang dilihat oleh AFP, menyerukan “penurunan situasi, penghentian kekerasan dan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional, termasuk perlindungan warga sipil, terutama anak-anak.”

Pernyataan itu menyuarakan “keprihatinan besar” dewan pada krisis Gaza.

Termasuk mengungkapkan “keprihatinan serius” tentang kemungkinan penggusuran keluarga Palestina dari rumah mereka di Yerusalem Timur. Serta, menentang “tindakan sepihak” yang kemungkinan akan meningkatkan ketegangan lebih lanjut.

Rancangan tersebut juga mendukung upaya internasional untuk meredakan situasi, tanpa mengacu pada Amerika Serikat.

Di saat yang sama pernyataan itu menegaskan kembali dukungan dewan untuk solusi dua negara. Penyelesaian ini diharap bisa dinegosiasikan oleh Israel dan Palestina, untuk bisa “hidup berdampingan secara damai dalam perbatasan yang aman dan diakui.”

Penolakan AS untuk mendukung pernyataan bersama Dewan Keamanan PBB telah ditanggapi dengan ketidakpercayaan oleh sekutunya.

“Kami hanya meminta AS untuk mendukung pernyataan Dewan Keamanan yang akan mengatakan hal-hal serupa, yang disampaikan secara bilateral dari Washington,” kata seorang diplomat kepada AFP tanpa menyebut nama.

Pemerintahan Presiden Joe Biden bersikeras bahwa mereka bekerja di belakang layar, termasuk melalui kunjungan utusan ke wilayah itu. Sementara para diplomat menilai pernyataan PBB dapat menjadi bumerang.

Pada konferensi pers di Kopenhagen pada Senin (17/5/2021), Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken membela keputusan untuk memblokir pernyataan Dewan Keamanan yang menyerukan diakhirinya permusuhan.

“Kami tidak (ingin) menghalangi proses diplomasi,” Blinken menekankan. (VoN)

Sumber: Kompas.com

Amerika China internasional Israel Palestina
Previous ArticleKasus Dugaan Penghinaan Bupati Edi Endi oleh Alfred Sutami Masih dalam Proses Penyelidikan
Next Article Rancangan RPJMD TTU 2021-2026 Mulai Dibahas, DPRD Siap Kawal

Related Posts

Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia

22 April 2022

Daftar 15 Negara Tertua di Dunia, Terbanyak di Asia

6 April 2022

Berikut Penemuan Besar Stephen Hawking yang Dikenang Dunia

4 April 2022
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.