Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Matim Keluhkan Tidak Terima Bantuan Pemerintah
Regional NTT

Warga Matim Keluhkan Tidak Terima Bantuan Pemerintah

By Redaksi27 Mei 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Fransiskus Tating (78), warga Desa Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

‍‍Borong, Vox NTT-‍‍‍‍ Fransiskus Tating (78), warga Desa Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, mengeluh karena tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah sejak tahun 2020 lalu.

Padahal, kata Fransiskus, dia sudah didata oleh RT sebagai penerima bantuan. Sayangnya, sampai saat ini belum juga terealisasi.

“Nama saya dicatat, bantuan tidak dikeluarkan untuk saya,” ujar Fransiskus kepada VoxNtt.com, Minggu (23/05/2021).

Dia mengeluh karena dirinya tidak mendapat bantuan tersebut. Padahal jompo lain di wilayahnya mendapatkan bantuan.

“Dengan itu saya mengeluh, keluh kesah saya kenapa saya jompo tidak dapat. Jompo lain dapat,” keluh Fransiskus.

Menurut dia, tidak ada penjelasan lebih lanjut dari Pemerintah Desa (Pemdes) terkait alasan ia tidak dapat bantuan.

Fransiskus berharap agar dirinya bisa mendapat bantuan tersebut dari pemerintah.

“Barangkali bisa, saya bisa mendapatkan bantuan itu dari pemerintah,” tutupnya.

Sementara Sekretaris Desa (Sekdes) Ruan Florianus Amat mengatakan, waktu itu nama Fransiskus Tanting sudah didata untuk dikirim ke pusat.

Sayangnya, nama Fransiskus Tanting tidak terdaftar di pusat sebagai penerima bantuan.

“Kami sudah data beliau punya nama,”
ujar Sekdes Florianus melalui telepon seluler, Kamis (27/05/2021).

Florianus mengatakan, Fransiskus Tating tinggal bersama anak bungsunya bernama Maksi. Artinya dia di bawah naungan Maksi. Bantuan tersebut juga harus ada tanggungan.

“Tidak bisa bantu bersifat individu, bantuan itu berfisat KK utuh,” tegasnya.

Penulis: Filmon Hasrin
Editor: Ardy Abba

Desa Ruan Manggarai Timur Matim
Previous ArticleDi Matim, Biaya Penguburan Pasien Covid-19 dari Saku Pribadi
Next Article Sempat Lari dari Kantor Polisi, Polsek Kupang Tengah Ringkus Tersangka Kasus Curanmor

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.