Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Bendungan dan Saluran Irigasi Senilai Rp 45,8 Miliar Segera Dibangun di Matim
Regional NTT

Bendungan dan Saluran Irigasi Senilai Rp 45,8 Miliar Segera Dibangun di Matim

By Redaksi8 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Acara peletakan batu pertama proyek bendungan di kecamatan Borong-Matim
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com- Warga tiga desa masing-masing, Bangka Kantar, Golo Kantar, dan Nanga Labang di Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) akhirnya bernafas lega.

Pasalnya, setelah 40 tahun warga menunggu pembangunan bendungan dan jaringan irigasi untuk mengairi persawahan mereka, tahun 2017 ini akhirnya terealisasi.

Mega proyek bendungan dan jaringan irigasi senilai Rp 45.853.828.000 miliar segera dibangun untuk mengairi sebesar 2.046,99 hektar (Ha) sawah di tiga desa tersebut.

Terdapat dua perusahan yang mengerjakan proyek dari APBN tersebut. Keduanya yakni, PT Wae Kuli untuk proyek bendungan dan PT Floresco Indah untuk jaringan irigas.

Nikolaus Wandu, warga desa Bangka Kantar saat hadir dalam kegiatan sosialisasi pembagunan di Balai Penyuluhan Pertanian Jengok-Bangka Kantar, Rabu, (8/3/2017) mengaku, selama 40 tahun mereka menunggu pembangunan bendungan dan jaringan irigasi di daerah mereka.

“Apresiasi yang super untuk pemerintah yang sedang berusaha memperjuangkan kebutuhan kami di sini. Kami sangat berterima kasih dan sambut baik program ini, karena bisa menyejahterakan rakyat,” ujar Niko.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek ini, Dominggus Dama menjelaskan, terdapat 70 persen penduduk di NTT berpencaharian petani. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan petani merupakan program prioritas.

Dominggus mengatakan, pembangunan ini sangat membutuhkan bantuan dan dukungan warga. Salah satu bentuk dukungan adalah tidak adanya dana ganti rugi lahan yang dilalui proyek irigasi.

Bupati Matim, Yoseph Tote dalam sambutannya mengatakan, untuk membangun sesuatu harus melalui konsep yang bagus dan matang. Sebab itu, perencanaan pembangunan irigasi dan bendungan ini sudah direncanakan sejak tahun 2010 lalu.

Dia melanjutkan, pembagunan yang bersumber dari APBN tahun ini ada 5 irigasi. Kelimanya yaitu, irigasi Gising, irigasi Buntal, irigasi Beleng, irigasi Wae Wake, dan irigasi Wae Musur.

“Saya ingin kita harus bisa bekerjasama dan saya harapkan tidak boleh ada riak-riak di antara warga yang berkaitan dengan proyek irigasi ini. Kalau ada kendala, dibicarakan bersama,” pinta Bupati Tote.

Sementara Elisabet Samung, salah seorang warga mengajukan keberatan karena tanah miliknya yang dilalui proyek ini banyak tanaman komoditi. Tanaman ini merupakan sumber hidup keluarganya.

“Saya minta pemerintah untuk mempertimbangkan ini.  Karena lokasi yang akan dilalui proyek irigasi ini banyak tanaman komoditi kami seperti kopi, kemiri, dan cengkih,” Ujar Elisabeth. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleJhonny Plate: Banyak Penggunaan Dana Desa Belum Tepat
Next Article Pembangunan Marina dan Hotel Bintang Harus Memakmurkan Masyarakat Mabar

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.