Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Ini Jawaban Fraksi NasDem Terkait Kunjungan Pansus RUU Pemilu ke Jerman dan Meksiko
NASIONAL

Ini Jawaban Fraksi NasDem Terkait Kunjungan Pansus RUU Pemilu ke Jerman dan Meksiko

By Redaksi9 Maret 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPR-RI,Johnny Plate saat reses di Desa Golo Pongkor, Kecamatan Komodo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,Vox NTT- Kunjungan seluruh anggota Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) ke Jerman dan Meksiko tanggal 11 sampai 16 Maret akhir-akhir ini dinilai tidak efektik oleh sejumlah elemen masyarakat di Indonesia.

Menanggapi tudingan itu, wakil Ketua umum Fraksi NasDem DPR-RI yang juga anggota Pansus RUU Pemilu itu, Johnny G Plate kepada VoxNtt.com, Kamis (9/3/2017) mengatakan, kunjungan angggota Pansus itu sesuai amanat UU MD3 dalam rangka fungsi diplomasi dari DPR-RI. Kunjungan ke Jerman dan Meksiko bukan merupakan Bimbingan Teknis (Bimtek) atau studi banding, namun kunjungan diplomasi.

Selain itu, kunjungan ke Jerman dan Meksiko merupakan kunjugan kerja untuk mendengar masukan dari pelaku langsung terhadap undang-undang teknis yang disiapkan seperti UU Pemilu itu. Sehingga saat anggota Pansus RUU Pemilu ke Jerman dan Meksiko nantinya bertujuan untuk bertemu dengan pemerintah di dua negara itu. Anggota Pansus akan mendengar apa pengalaman dan kendala dari pemerintah Jerman dan Meksiko saat kedua negara itu melakukan Pemilu.

“Kebetulan saat yang sama juga di Jerman dimana KPU dan Kementerian Dalam Negeri Dua negara itu sedang menyiapkan revisi UU Pemilu juga,” tutur Johnny Plate.

Dikatakannya, UU Pemilu di Indonesia sebagian besar menganut dan berbasis pada UU Pemilu Jerman. Seperti sistem Pemilu, jenis daerah Pemilu dan aplikasi dari pada elektronikfikasi.

“Apakah elektronikfikasi e-voting atau elektronikfikasi langsung, elektronikasi perhitungan dan elektronikfikasi saksi. Sehingga tujuan amggota Pansus RUU Pemilu itu ke Jerman dan Meksiko untuk melihat langsung sistem itu,” jelasnya.

Di Jerman nantinya, Pansus RUU Pemilu itu akan mengunjungi Mahkamah Konstitusi (MK) Jerman. Ini untuk mendengar langsung bagaimana MK Jerman menangani sengketa Pemilu serta ingin mengetahui. Selain itu ingin mengetahui pula mengapa di Jerman sengketanya sangat kecil. Serta Pansus RUU Pemilu juga akan mengunjungi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan KPU di Jerman, untuk mengecek seperti apa UU Pemilu di Jerman.

Selanjutnya, selama di Jerman berkunjung di MK, Kemendagri dan KPU Jerman, Pansus RUU Pemilu juga akan mengunjungi ke Partai Politik (Parpol) pemenang Pemilu di Jerman.

“Kami akan menjumpai Pimpinan Partai Kristen Demokrat United, Parpol yang memenangi Pemilu di Jerman serta akan bertemu ahli-ahli Pemilu yang ada di Jerman untuk mendengar masukan secara teknis dapat langsung diterjemakan dalam revisi UU Pemilu itu,” jelas Johnny Plate.

Dia menambahkan banyak elemen di Indonesia yang meminta Pansus RUU Pemilu tidak perlu ke Jerman dan Meksiko. Pansus RUU Pemilu diminta untuk memanggil ahli Pemilu untuk datang ke Indonesia. Pemangilan ahli-ahli Pemilu itu sudah dilakukan oleh Pansus RUU Pemilu. Namun, apa yang disampaikan oleh ahli-ahli yang dipanggil Pansus itu adalah interprestasi perorangan.

“Pansus RUU Pemilu ingin mendengar langsung dari pelaku seperti KPU, peserta Pemilu, dan MK. Sehingga, lembaga-lembaga itu nantinya yang akan ditemui oleh Pansus RUU Pemilu selama berada di Jerman dan Meksiko,” jelas Johnny Plate. (Gerasimos Satria/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleBaru Tribulan Pertama, Kasus Kekerasan Seksual di Ngada Bertumpuk
Next Article Edi Endi: Pergantian Saya Oleh Partai Golkar Potong Kompas

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.