Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tidak Setuju Alokasi Dana Pinjaman ke Pembangunan Jalan Hotmiks, ‍‍‍‍‍‍‍‍‍Politisi Golkar Keluar dari Ruang Sidang
Regional NTT

Tidak Setuju Alokasi Dana Pinjaman ke Pembangunan Jalan Hotmiks, ‍‍‍‍‍‍‍‍‍Politisi Golkar Keluar dari Ruang Sidang

By Redaksi23 Agustus 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD Matim, Vinsensius Reamur (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Anggota Komisi C DPRD Manggarai Timur, Silvester Reamur, memilih keluar dari ruang rapat paripurna, Senin (23/08/2021).

Rapat tersebut terkait ‘Rancangan Persetujuan DPRD terhadap Dana Pinjaman Daerah’. Rapat berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Matim.

Reamur kemudian keluar ruangan sidang karena tidak setuju jika dana pinjaman daerah sebesar Rp150 miliar itu digunakan untuk peningkatan enam paket jalan (hotmiks) di Manggarai Timur.

“Saya kan maunya begini, kalau kerjanya ke hotmiks itu kan sekitar dua setengah miliar per kilo tetapi kalau lapen tujuh ratus lima puluh, lebih panjang,” ungkap Silvester kepada VoxNtt.com.

Politisi Golkar itu juga menyoal terkait buruknya kualitas jalan di Manggarai Timur, yang mana belum sampai satu tahun jalan sudah rusak.

Padahal masyarakat merindukan kualitas jalan yang bagus meskipun hanya menggunakan lapen.

“Saya menolak karena memiliki alasan yang kuat bahwa masyarakat merindukan jalan yang baik, membutuhkan jalan yang layak. Tidak harus hotmiks, dengan lapen bisa,” tegas Reamur.

Dia menjelaskan, dana pinjaman itu wajib dikembalikan sebesar Rp60 miliar setiap tahun meskipun dengan bunga menurun.

Tetapi dalam tiga tahun semasa Covid-19 ini justru menjadi prihatin. Orang tidak bisa mengira bahwa Covid-19 akan berakhir dalam waktu dekat. Jelas, lanjut dia, beban daerah semakin tinggi.

“Saya harus walk out atas dasar itu, saya tidak mau palu diketok untuk meloloskan program yang sudah ada,” tutupnya.

Berikut nama paket yang menggunakan dana pinjaman daerah; 1). Peningkatan jalan Benteng Jawa Satar Teu. 2). Peningkatan jalan Dangka Mangkang-Watu Nggong. 3). Peningkatan jalan SP. Tangkul-Benteng Jawa. 4). Peningkatan jalan Kembur-Watu Ngiung-Metuk. 5). Peningkatan Jalan Sok-Wae Reca. 6). Peningkatan jalan Paka-Nceang. 7). Optimalisasi jaringan AMB Rana Mese-Golo Nderu.

Penulis: Filmon Hasrin
Editor: Ardy Abba

DPRD Matim Manggarai Timur Matim
Previous ArticleKejari TTU Segera Tetapkan Tersangka Dua Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa
Next Article Jadwal Belum Pasti, Peserta Tes CPNS di TTU Diminta Tetap Persiapkan Diri

Related Posts

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.