Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Anggota DPRD Matim Ini Ditantang Camat Lamba Leda Utara
Pendidikan NTT

Anggota DPRD Matim Ini Ditantang Camat Lamba Leda Utara

By Redaksi12 September 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kegiatan gotong royong pembangunan ruangan darurat TRK Wae Lawas. (Foto: Agus Supratman)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT– Anggota DPRD Manggarai Timur Sifridus Asman ditantang Camat Lamba Leda Utara (Laut) Agus Supratman untuk menggelar reses di lokasi Tambahan Ruangan Kelas (TRK) Wae Lawas.

Tantangan Camat Agus kemudian direspons baik oleh politisi PAN itu. Ia selanjutnya menggelar reses di TRK Wae Lawas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Sabtu (11/09/2021).

“Saya ditelepon Pak Camat. Beliau beri tantangan dan saya terima. Nurani saya juga terpanggil, karena yang diurus ini adalah sekolah,” kata Fridus, sapaan akrabnya, kepada warga setempat sebagaimana dalam rilis yang diterima VoxNtt.com.

Saat reses itu, Fridus menyumbangkan seng dan beberapa jenis bantuan lain untuk dua ruangan darurat di TRK Wae Lawas.

Pada saat bersamaan usai seng dipasang pada bangunan darurat itu,  Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Dampek Romo Willy Gandi mengadakan ibadat pemberkatan.

Reses Fridus kali ini berbeda dengan sebelumnya yang dilaksanakan dalam bentuk dialog untuk menyerap aspirasi rakyat.

Kali ini, reses diubah dalam bentuk kerja gotong royong bersama warga setempat untuk menyelesaikan pembangunan dua gedung darurat TRK Wae Lawas.

Sebelumnya pembangunan dua gedung darurat itu sempat tertunda karena ketiadaan seng.

Fridus yang didampingi tim Sekretariat DPRD Matim, Alin, dan seorang tenaga teknis lapangan mengatakan, dirinya merasa terpanggil dan tertantang ketika dihubungi Camat Agus untuk reses dengan cara kerja gotong royong bersama masyarakat.

Camat Lamba Leda Utara Agus Supratman dalam sambutan singkat mengatakan, semua anak Lamba Leda Utara memiliki kesempatan yang sama untuk berdonasi atau membantu TRK Wae Lawas.

“Kita semua punya kesempatan yang sama untuk berdonasi atau melakukan aksi mulia seperti ini di TRK ini, namun yang berkesempatan saat ini adalah Pak Fridus. Yang lain pasti akan datang,” kata Agus.

Ia pun meminta agar sumbangan Fridus tersebut tidak ditafsir sebagai jalan politik.

“Bantuan ini jangan dinilai sebagai penentrasi politik ya. Bantuan ini tidak ada hubungannya dengan politik,” katanya.

Menurut Camat Agus, bantuan ini murni lahir dari keperihatinan Fridus. Sebab itu, ia meminta semua pihak harus berpikir positif di balik bantuan ini.

“Agar bangunan darurat ini menjadi tempat yang permanen dalam membentuk generasi Wae Lawas dan Golo Waso ke depan, hingga kelak bisa menjadi DPR, Camat, Pastor, Kepala Desa dan lain sebagainya,” ucap Agus.

Senada dengan Agus, Pastor Paroki Dampek Romo Willy Gandi meminta   agar umat mendukung segala niat baik para pihak yang hendak memberikan sesuatu yang positif untuk fasilitas umum.

“Saya minta umat dukung ya, apalagi ini menyangkut fasilitas umum. Saya juga harap umat jalin kerja sama dan sama sama kerja dengan pemerintah dalam banyak hal agar wilayah ini makin baik ke depannya,” ujar Romo Willy.

Penulis: Ardy Abba

DPRD Matim Lamba Leda Utara Matim
Previous ArticleMelodi Kolong Jembatan
Next Article Gelar Bimtek, Ansi Lema Dorong Peningkatan Harga Hasil Produksi Petani TTU

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.