Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ini Wali Kota Impian Aktivis Mahasiswa Untuk Kota Kupang
Regional NTT

Ini Wali Kota Impian Aktivis Mahasiswa Untuk Kota Kupang

By Redaksi22 September 20163 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Foto:antara
Illustrasi Pilkada (Foto: Antara)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNtt.com-Menjelang pemilihan wali Kota Kupang pada Februari 2017 mendatang, kelompok cipayung Kota Kupang yang terdiri dari PMKRI, GMNI dan PMII merilis beberapa catatan penting terkait figur dan perubahan mendesak yang harus dilakukan wali kota Kupang pada periode 2017-2022. Beberapa pandangan mereka dilansir VoxNtt.com saat ditemui di markasnya masing-masing, Kamis, 22/09/2016.

GMNI

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) cabang Kupang, Leonardus Liwun saat diwawancarai di garda nasionalis GmnI, Naimata, Kota Kupang mengatakan  figur yang diharapkan memimpin Kota Kupang adalah orang yang berani melawan tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di lingkup birokrasi Kota Kupang. KKN, demikian Leonardus, sudah membudaya dalam setiap daerah termasuk di Kota Kupang.

“Ini (KKN) menjadi momok yang menghambat pembangunan dalam menegakkan demokrasi hakiki di level lokal” katanya.

Selain itu, kata Leonardus, seorang wali kota juga harus memiliki semangat melayani dan peka terhadap kebutuhan rakyat. Salah satu bentuk kepekaan itu menurutnya dengan merancang pembangunan yang berbasis riset lapangan bukan mengarang agenda pembangunan. Dengan demikian, lanjutnya, pembangunan yang dilangsungkan dapat menjawabi kegalauan rakyat kecil yang tertindas.

Salah satu persoalan yang masih mendera rakyat kecil menurut dia adalah air bersih dan kesehatan yang harus dibenahi oleh wali kota yang akan datang.

Foto: Aktivis Cipayung
Foto: Aktivis Cipayung

PMKRI

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Kupang, Kristo Mbora. Ito, demikian sapaan karibnya menginginkan Kota Kupang yang dinahkodai pemimpin yang berani dan jujur.

Kedua sikap ini menurutnya harus dijadikan sebagai strong point  bagi wali kota dalam membawa Kota Kupang ke arah yang lebih baik. Untuk dapat konsisten dengan sikap itu, figure yang punya hati nurani menurutnya mampu menjawabi persoalan pelik yang sedang melanda kota ini.

Persoalan  mendesak saat ini jelas dia adalah penataan dan kebersihan kota yang masih amburadul. Terkait penataan kota, dia mencontohkan kesemerawutan ruang terbuka hijau dan investasi perhotelan yang berpotensi memebatasi ruang publik serta pencemaran lingkungan.

“Ada banyak hotel disepanjang Pantai Timor sampai Lasiana yang jaraknya hanya 50 meter dari bibir pantai” katanya.

PMII

Julfirlan, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Kupang juga menambahkan terkait figure ideal dalam perhelatan wali kota kupang. Ia menegaskan sikap konsisten untuk membangun kota yang populis (pro rakyat) adalah salah satu poin penting. Konsisten yang ia maksud adalah watak pemimpin tanpa embel-embel dan suka menghambur janji manis.

Saat ini menurutnya, pemimpin yang diharapkan adalah orang yang memiliki etos kerja yang tinggi sehingga membawa kota kupang ke arah yang lebih baik.

Terkait perubahan mendesak selama lima tahun ke depan, Firlan demikian ia disapa lebih mengharapakan pembenahan di sector ekonomi mikro yang langsung dirasakan rakyat kecil.

“Wali kota terpilih harus mampu merangsang  usaha kecil-menangah untuk bangkit dengan kebijakan yang lebih pro kepada rakyat” katanya. (VoN)

 

 

 

 

Kota Kupang
Previous ArticleBocah Kecil di Kota Kasih (Puisi)
Next Article Komnas HAM Tawarkan Model Pengelolaan Bersama Dalam Kasus Tanah Nangahale, Sikka

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.