Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»AJI Desak Timex Segera Penuhi Hak-hak Wartawan yang Di-PHK
Regional NTT

AJI Desak Timex Segera Penuhi Hak-hak Wartawan yang Di-PHK

By Redaksi19 Oktober 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wartawan Obet Gerimu saat menunjukan surat panggilan klarifikasi yang diterimanya dari Dinas Nakertrans Kota Kupang, Senin, 23 Agustus 2021 (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mendesak PT Timor Ekspress Intermedia (TEI) sebagai perusahaan penerbit Harian Timor Express (TIMEX) untuk segera memenuhi hak-hak jurnalis Obetnego Y.M. Weni Gerimu yang dikenai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak di masa pandemi Covid-19.

Hal ini tertuang dalam surat resmi AJI Indonesia dengan Nomor: 007/AJI-Bid.Ketenagakerjaan/D/X/2021, Perihal: Desakan pemenuhan hak-hak Obetnego Y.M. Weni Gerimu.

Surat tertanggal 12 Oktober 2021 itu ditandatangani oleh Ketua Umum AJI Indonesia, Sasmito, dengan Ketua Bidang Ketenagakerjaan AJI Indonesia, Edi Faisol.

Dalam surat yang ditujukan kepada Direktur Utama PT Timor Ekspress Intermedia, Sultan Eka Putra, AJI Indonesia menyebutkan bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi bahwa PT TEI telah melakukan demosi dan PHK kepada Obetnego Y.M. Weni Gerimu yang juga merupakan anggota AJI dengan nomor 2011-000882.

AJI Indonesia berpandangan bahwa PHK harus menjadi opsi paling terakhir yang dapat diambil pengusaha dan jurnalis.

Pengusaha dan jurnalis harus mengusahakan agar tidak terjadi PHK di tengah pandemi Covid-19.

Namun, dalam hal PHK tidak dapat dihindari, AJI Indonesia mendesak perusahaan untuk memenuhi hak-hak jurnalis sesuai dengan Undang-undang (UU) Ketenagakerjaan.

Hasil analisa AJI bersama LBH Pers, tindakan demosi yang dilakukan PT Timor Ekspress Intermedia tidak berdasar karena tidak sesuai dengan regulasi internal dan eksternal.

“Selain itu, demosi juga tidak berbasiskan pada kinerja Obetnego Y.M. Weni Gerimu sebagai redaktur melainkan berbasis pada kesewenang-wenangan,” tegas AJI Indonesia dalam surat tersebut.

AJI Indonesia juga menyatakan, Surat Pemanggilan dan Surat Peringatan sebanyak tiga kali yang dilayangkan PT Timor Ekspress Intermedia bersifat cacat hukum.

Sebab, Obetnego Y.M. Weni Gerimu telah memenuhi pemanggilan pertama sehingga surat pemanggilan selanjutnya cacat demi hukum.

“Berikutnya, surat PHK terhadap Obetnego Y.M. Weni Gerimu batal demi hukum karena tak sesuai dengan Pasal 151 UU Cipta Kerja, dimana pasal tersebut mengisyaratkan Pemutusan Hubungan Kerja mesti melalui mekanisme Pengadilan Hubungan Industrial, bukan dengan secara sepihak,” tegas AJI Indonesia.

AJI Indonesia juga mengingatkan kepada PT Timor Ekspress Intermedia soal ketentuan PHK di Peraturan Dewan Pers Nomor: 03/Peraturan-DP/X/2019 tentang Standar Perusahaan Pers.

“Pasal 18 dan Pasal 19 peraturan ini mewajibkan PHK jurnalis perusahaan media dilakukan dengan memperhatikan prinsip kemerdekaan pers dan mengikuti UU Ketenagakerjaan,” lanjut AJI Indonesia.

Masih menurut surat AJI Indonesia, Pasal 24 Ayat (1) Peraturan Dewan Pers Nomor: 03/Peraturan-DP/X/2019 kemudian menegaskan, “Status Perusahaan Pers yang telah terverifikasi oleh Dewan Pers sebelumnya tetap berlaku, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan ini”.

“Ketentuan ini dapat diartikan perusahaan pers yang melanggar peraturan ini, maka status terverfikasi dapat dicabul kembali,” ujar AJI Indonesia.

Atas dasar ini, AJI yang merupakan konstituen Dewan Pers mendesak PT Timor Ekspress Intermedia memenuhi seluruh hak-hak Obetnego Y.M. Weni Gerimu yang timbul dari PHK yang dilakukan manajemen PT Timor Ekspress Intermedia.

Untuk diketahui, AJI adalah organisasi jurnalis yang misinya memperjuangkan kebebasan pers, meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan jurnalis.

AJI memiliki 1.846 anggota yang tersebar di 40 kota. AJI menjadi anggota sejumlah organisasi internasional, yaitu International Federation of Journalists (IFJ) yang berkantor pusat di Brussels, Belgia.

Termasuk International Freedom of Expression Exchange (IFEX) yang berkantor pusat di Toronto, Kanada.

AJI juga merupakan anggota Global Investigative Journalism Network (GIJN) yang berkantor pusat di Maryland, Amerika Serikat.

Selain itu, AJI juga menjadi anggota Forum Asia, jaringan hak asasi manusia yang berkantor pusat di Bangkok, Thailand, termasuk anggota South East Asian Press Alliance (SEAPA) yang bermarkas di Bangkok.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan AJI Indonesia, Edi Faisol, mengatakan, AJI Indonesia akan minta Dewan Pers untuk membekukan sertifikasi TIMEX sebagai media terdaftar jika tak segera menyelesaikan kasus sengketa industrialnya.

“AJI Indonesia sudah punya banyak bukti pelanggaran TIMEX yang tak sesuai dengan aturan mandat Undang-undang Pers,” kata Edi Faisol.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang
Previous ArticleKemewahan Pejabat Terletak pada Perubahan Nasib Orang
Next Article Pemprov NTT Beri Bonus bagi Atlet Peraih Medali PON Papua

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.