Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»BPOLBF Harapkan Investasi di Sektor Pariwisata dan Ekraf Bisa Buka Lapangan Kerja
Ekbis

BPOLBF Harapkan Investasi di Sektor Pariwisata dan Ekraf Bisa Buka Lapangan Kerja

By Redaksi25 November 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peserta Forum Investment Road to KTT G20 pose bersama
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mengharapkan kehadiran investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa memberikan dampak positif dengan meningkatkan ekonomi masyarakat dengan terbukanya lapangan kerja.

Direktur utama BPOLBF Shana Fatina mengatakan, gaung percepatan pembangunan infrastruktur dan pariwisata di Labuan Bajo ditantang dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mengimbanginya.

“Karena tanpa peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, maka tujuan pembangunan tersebut tidak akan tercapai,” kata Shana saat menggelar Forum Investment Road to KTT G20 di Hotel Meruorah Labuan Bajo, Selasa (23/11/2021).

Menurut dia, ruang-ruang kreatif dibutuhkan untuk menumbuhkan pengusaha-pengusaha lokal baru yang akan mengisi rantai pasok pariwisata.

Masyarakat maupun investor berkolaborasi untuk membangun ekosistem parekraf berkelanjutan dan berdaya saing.

“Inilah jawaban dari manfaat pariwisata dirasakan menetes sampai ke bawah,” ujar Shana.

BACA JUGA: Dapur Tara, Restoran dengan Konsep Alam Bertarung di Tengah Gemuruhnya Super Premium

Ia mengatakan, BPOLBF sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif salah satu tugas dan fungsinya adalah melakukan langkah-langkah percepatan pembangunan di Labuan Bajo Flores.

Forum ini pun, kata dia, dapat menjadi sarana mengidentifikasi persoalan dan kendala dalam investasi di Labuan Bajo.

“Pertemuan ini bisa menjadi potret identifikasi persoalan dan kendala dalam investasi di wilayah Labuan Bajo Flores, serta menemukan solusinya. Selain itu, investasi yang kita butuhkan adalah investasi yang mampu melestarikan untuk menyejahterakan,” kata Shana.

Untuk diketahui, forum dengan tema “Sustainable Tourism and Creative Economy Investment Forum” itu mengundang sejumlah investor untuk melihat peluang-peluang investasi berkelanjutan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang tersebar di 11 Kabupaten Flores, Alor, Lembata dan Bima (Floratama).

Kegiatan ini juga bagian dari rangkaian dalam menyambut penyelenggaraan G20 tahun depan.

Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng mengatakan, forum investasi bukan hanya untuk Labuan Bajo tetapi untuk membuka peluang bagi para calon investor daerah Floratama.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat akan memberikan moratorium pembangunan hotel bintang 4 dan 5 di Manggarai Barat maksimal bulan Oktober 2022. Kemudian izin yang sudah dikeluarkan akan dievaluasi maksimal 6 bulan sudah harus direalisasikan.

“Kami berharap banyak investasi yang masuk dan kami juga tentunya berharap semoga para wisatawan yang berkunjung dan berada di Labuan Bajo bisa merasakan kenyamanan,” kata Wabup Weng.

BACA JUGA: Sari Toga Komodo, Usung Bisnis Kemanusian di Tengah Pandemi

Sementara Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh stakeholder yang sudah menyelenggarakan kegiatan forum ini.

“Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan Road to KTT G20 di Tahun 2022 mendatang yang akan menjadikan Labuan Bajo sebagai tuan rumah sekaligus sebagai promosi 5 DPSP yang akan mendorong para investor untuk melakukan investasi. Semoga kegiatan ini bisa membuka investasi yang banyak agar dapat membantu perkembangan dan pemulihan ekonomi ke depan,” ujar Fadjar.

Penulis: Ardy Abba

BPOLBF Kabupaten Manggarai Labuan Bajo
Previous ArticleBertahun-tahun Mobil Tidak Terurus, Pengamat Ingatkan Bupati dan DPRD Matim Aktifkan Fungsi Kontrol Aset
Next Article Jelajah Bike Gelar Touring Sepeda di Flores Barat

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.