Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Puisi-puisi Tiara Gambur
Sastra

Puisi-puisi Tiara Gambur

By Redaksi20 Februari 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Februari Akhir

Selamat malam Nara,
Nara rintikan hujan dan desiran angin yang berembus di Februari
Mengingatkan saya akan pertemuan
di September yang lalu
Pertemuan singkat di bawah naungan atap merah
Di dalam ruangan yang berlanskap putih
Orang-orang berhimpun di setiap sudut
Nara berdiri sendiri di pojok kanan ruang
Pertemuan yang membawa saya pada nikmatnya
Rasa gejolak cinta yang membuncah
Nara,
Apa Nara tahu bahwa mencintai tidak
semudah membalikkan telapak tangan?
Apa Nara tahu cinta itu membodohkan?
Dulu saya pikir, gejolak cinta itu adalah kenikmatan abadi,
Seperti menyeruput kopi dan pisang goreng di sore hari
Nyatanya Nara, tidak senikmat itu.
Nara,
September kau bawa saya pada panggung kehangatan
Februari kau bawa saya pada kesepian, dan krisis perhatian

Februari dan hujan menjadi bukti bahwa
Kisah kita telah usai
Sebelum usia memisahkan kita

Rindu

Selamat malam Nara,
Eembusan angin malam ini, membawa saya
pada perasaan kosong yang tak mungkin saya ceritakan
Tentang kosong yang tak mampu saya ungkapkan
dan kehangatan yang tidak bisa saya temukan dalam diri Nara.
Harapan semu yang kian menumpuk dalam hati
tentang kehangatan yang sekiranya bisa saya temukan
namun hanya kekosongan yang membeku,
menetap lama dalam sanubari.
Nara,
Dihadapkan dengan situasi sulit seperti ini
merapuhkan kekuatan yang saya jaga selama ini.
Dalam kekosongan ini, di sudut relung hati saya
ada sebuah kerinduan yang tidak terdefinisi.
Rindu yang meruntuhkan ketegaran hati saya
meluluhlantakkan segala sandiwara yang saya lakukan.
Waktu menggigilkan rasa, garis, dan batas.
Nara,
Apakah kau merasakan hal yang sama?
Karena rindu ini, kian menggebu
Menyelemuti raga ini,
yang terjebak di dinginnya semesta
Membekukan kebahagiaan ini

September Awal

Ketika saya melihat bulan bersinar terang malam ini
Saya teringat dengan rasa bahagia
yang terpancar dari wajahmu kala itu, Nara.
Seandainya Nara tahu,
di dalam ruangan segi empat
beralaskan jubin putih
Saya juga menahan debaran yang menggila di dalam hati
Di awal September
Di bawah atap merah
Kita, Nara dan saya duduk bersama di sudut ruangan
Berbincang bersama, menikmati setiap debaran
yang kian menggerogoti hati,
Memberangus ketidakpastian,
Menebaskan kehampaan,
Tak ada yang mampu menghentikan
Bahkan desiran angin yang terus menggoyangkan daun
Pun suara-suara binatang malam
Tak mampu mengalihkan atensi saya pada Nara
Perbincangan yang terjadi di September lalu
Menghangatkan relung hati
Membawa saya pada kebahagian yang tak dapat saya ekspresikan
Mengantar saya pada kenyamanan
yang tidak bisa saya hindari kedatangannya.
September, kasih sayang dan kehangatan
Terima kasih untuk perbincangan itu, Nara.
Dari saya yang terjebak di kota dingin.

Nara: panggilan umum untuk laki-laki di daerah Manggarai, Flores-NTT.

Tiara Gambur, mahasiswi Semester 4 pada STIPAS St Sirilus Ruteng, Manggarai Flores-NTT.

Tiara Gambur
Previous ArticleMalam Minggu dan Rindu
Next Article Puisi-puisi Imakulata Murni

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.