Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Angka Stunting di Atas 46 Persen, Bupati TTU: Itu Data Tahun 2019
KESEHATAN

Angka Stunting di Atas 46 Persen, Bupati TTU: Itu Data Tahun 2019

By Redaksi9 Maret 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati TTU Drs. Juandi David saat diwawancarai wartawan beberapa waktu lalu (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) beberapa waktu lalu merilis persentase angka stunting yang tertinggi secara nasional.

Dikutip dari CNN Indonesia, BKKBN menetapkan 5 kabupaten di NTT yang termasuk dalam 10 besar wilayah dengan angka stunting tertinggi secara nasional.

Bahkan Kabupaten TTS dan TTU berada pada posisi pertama dan kedua tertinggi secara nasional lantaran persentase di atas 46 persen.

Bupati TTU Juandi David saat ditemui wartawan di gedung DPRD setempat, Senin (07/03/2022), membantah jika saat ini persentase stunting Kabupaten TTU masih di atas 46 persen.

BACA JUGA: Kabupaten TTU Masuk 10 Besar Angka Stunting Tertinggi di Indonesia

Menurutnya, persentase stunting di atas 46 persen tersebut merupakan data tahun 2019.

Berkat kerja keras semua pihak, tandasnya, persentase tersebut berhasil diturunkan pada tahun 2021 menjadi 25,3 persen.

“Itu data tahun 2019 tetapi di tahun 2021 sudah turun dari 46 persen menjadi 25,3 persen,” jelas Bupati Juandi.

Bupati Juandi menegaskan, meski angka stunting di Kabupaten TTU saat ini telah turun, namun pihaknya akan terus bekerja keras agar persentasenya bisa terus ditekan.

Pihaknya terus mendorong kerja sama semua pihak mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.

“Anggaran untuk penanganan stunting di OPD teknis seperti dinas kesehatan ada tersedia termasuk di desa juga sudah ada anggaran,” tambahnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

David Juandi Juandi David Stunting TTU
Previous ArticlePaul Jemarus Kritisi Keberadaan Rumah Perubahan yang Diduga Caplok Kewenangan DPRD
Next Article Simpatisan Jeriko akan Gelar Aksi, Abdullah: Di atas Langit Masih ada Langit

Related Posts

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.