Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»TRUK-F Diadukan ke Uskup Maumere Dinilai Salah Kaprah
Human Trafficking NTT

TRUK-F Diadukan ke Uskup Maumere Dinilai Salah Kaprah

By Redaksi25 Maret 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur PADMA Indonesia, Gabriel Goa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Upaya pengaduan Tim Relawan untuk Kemanusian-Flores (TRUK-F) kepada Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Pr dinilai salah kaprah.

Hal itu ditegaskan Dewan Pembina Lembaga Hukum dan HAM Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia, Gabriel Goa, dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Jumat (25/03/2022).

Ia menyampaikan hal tersebut menyusul adanya aksi sekelompok orang di bawah pimpinan Paul Pa,u yang meminta Uskup Maumere untuk membubarkan TRUK-F.

“Paul salah kaprah mengadu soal TRUK-F kepada Bapa Uskup Maumere,” ujar Gabriel.

Ia pun mempertanyakan legal standing dan motivasi di balik aksi sekelompok masyarakat yang meminta TRUK-F dibubarkan. Apalagi jika Uskup Maumere merespons aksi sekelompok orang tersebut dengan membubarkan TRUK-F.

“Saudara Paul dan kawan-kawan salah arah dan motifnya untuk aksi semakin terang benderang. Paul seharusnya memahami posisi hukumnya mewakili lembaga hukum apa?” tukas Gabriel.

“Patut dipersoalkan Paul dan kawan-kawan melakukan unjuk rasa apakah ada pemberitahuan resmi kepada Polres Sikka karena tidak kelihatan batang hidup aparat kepolisian?” imbuh dia.

Sebenarnya, Gabriel sendiri mendukung Paul dan kawan-kawannya jika melakukan aksi pemberantasan korupsi dan human trafficking di Maumere.

Aksi tersebut tentu saja bertujuan untuk mendesak Kapolres Sikka, Kajari Sikka dan Ketua Pengadilan Maumere untuk menangkap dan memproses hukum pelaku dan aktor intelektual di balik kasus korupsi dan human trafficking.

Gabriel juga mengaku sangat mendukung Paul dan kawan-kawannya bekerja sama dengan TRUK-F dan Jaringan Anti-Perdagangan Orang untuk mendesak Kapolri segera menangkap dan memproses hukum pelaku dan aktor intelektual di balik dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap 17 anak asal Jawa Barat.

BACA JUGA: Usut Kasus 17 Anak Korban TPPO, TRUK Datangi Mabes Polri dan Komisi III DPR RI

Sebagai dilaporkan Faktahukumntt.com, sekelompok masyarakat mendatangi Istana Keuskupan Maumere, Kamis (24/03/2022), sekitar pukul 17.00 Wita.

Sekelompok orang di bawah pimpinan Paul Pa,u tersebut datang sambil membawa pamflet bertuliskan “Bubarkan Truk-F”.

Sayangnya, mereka tidak berhasil bertemu Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Pr. Sebab, Uskup dikabarkan sedang sibuk saat mereka datang.

Paul sendiri mengaku sengaja datang untuk berdiskusi dengan Uskup Maumere terkait sejumlah persoalan yang ditangani lembaga TRUK-F Maumere, yang dinilainya selalu bermuara di pengadilan. Akibatnya, tentu saja menimbulkan persoalan baru.

Tampak sekelompok orang sedang membentangkan dua pamflet bertuliskan “Kembalikan fungsi Truk-F” dan “Bubarkan Truk-F” (Foto: Wiliam/Faktahukum.com).

“Bagi kita penyelesaian masalah secara hukum positif akan menimbulkan persoalan baru karena tidak ada jaminan kepastian terhadap korban-korban ini, korban kekerasan seksual terhadap anak, dan perempuan,” tandasnya.

Sebab itu, ia berharap Uskup Maumere bisa mengevaluasi kembali manajemen TRUK-F yang sedang berjalan.

Pihaknya tetap mendukung keberadaan TRUK-F dengan reformasi yang lebih baru, lebih energik dan sasaran pendampingan yang lebih jelas terhadap remaja dan ibu rumah tangga.

“Itu ada pencerahan, pendidikan, pemberdayaan dan penguatan ekonomi dan kapasitas agar tidak semua soal harus berakhir di jeruji, harus diselesaikan di pengadilan,” imbuh Paul.

Paul menegaskan, membubarkan TFUK-F adalah tuntutan yang ekstrem dan terakhir.

“Kita tidak bisa tuntut yang muluk-muluk, kita tuntut yang lebih ekstrem jika membenahi pun sulit ya bubarkan baru bentuk baru,” tegasnya.

“Bahwa harus ada lembaga pengontrol wajib, dan kita perlu ada lembaga-lembaga masyarakat untuk mengontrol persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan itu penting, tetapi tidak dijadikan ajang untuk kita mendapatkan satu dan lain hal,” tambah dia.

Ia pun berharap agar lembaga TRUK-F harus lebih persuasif dan fokus pada pencegahan.

Terpisah, Sekretaris Keuskupan Maumere RD. Epi Rimo berjanji akan mengagendakan waktu agar Paul Pa, u dan kawan-kawan bisa bertemu dengan Uskup Maumere.

“Saat ini Yang Mulia Bapak Uskup Maumere ada rapat persiapan untuk misa pembukaan Sinode hari Jumat 25 Maret 2022, sehingga nanti kita agendakan waktu untuk teman-teman bisa bertemu dan berdiskusi dengan Yang Mulia,”katanya.

Penulis: Ardy Abba

 

Gabriel Goa Keuskupan Maumere Padma PADMA Indonesia TRUK TRUK-F TRUK-Flores Uskup Maumere
Previous ArticleBerkas Kasus Pencurian Mesin Traktor di Sambi Rampas Diserahkan ke Jaksa
Next Article Kemerosotan Moral Era Milenial

Related Posts

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

FP NTT Sebut Kunjungan ke Sumba Sosialisasi PMI, Kapolres Sumba Barat Membantah

2 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.