Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Terungkap! 4 Calon PTT di TTU Diduga Gunakan Ijazah Palsu saat Melamar
Regional NTT

Terungkap! 4 Calon PTT di TTU Diduga Gunakan Ijazah Palsu saat Melamar

By Redaksi13 April 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pengelola Universitas Terbuka Pokja Kota Kefamenanu Petrus Pius Sadipun saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu, 13 April 2022 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-4 orang calon pegawai tidak tetap (PTT) Pemkab Timor Tengah Utara (TTU) tahun 2022 diduga kuat menggunakan ijazah palsu saat memasukkan lamarannya beberapa waktu lalu.

Keempat calon PTT yang semuanya memasukkan lamaran sebagai guru kelas pada 3 sekolah berbeda itu yakni ASB pelamar dengan formasi guru kelas pada SDK Fatuoni dengan nomor urut 5159 dan WUS pelamar dengan formasi guru kelas di SDK Inbate dengan nomor urut 5185.

Sementara dua lainnya yakni KI pelamar dengan nomor urut 5229 dan FPA pelamar dengan nomor urut 5228. Keduanya sama-sama mengajukan lamaran dengan formasi guru kelas di SDK Kumone.

“Setelah saya melihat pengumuman yang disiarkan secara terbuka oleh panitia seleksi, di situ saya melihat ada nama anak-anak PGSD yang saya kenal, di situ saya langsung kasih tanda kenapa anak-anak ini pakai gelar S1 PGSD padahal belum pegang ijazah dan belum lulus,” tandas Petrus Pius Sadipun, pengelola Universitas Terbuka (UT) Pokja Kota Kefamenanu saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (13/04/2022).

BACA JUGA: Diduga Sarat Kepentingan, GMNI Desak Pemkab TTU Batalkan Hasil Seleksi PTT

Petrus mengaku dirinya memiliki data valid jika keempat nama yang disebutnya itu hingga saat ini belum mengantongi ijazah S1 PGSD.

Ia mengaku, keempatnya pernah dan sementara menjadi mahasiswi di UT yang dikelolanya.

Untuk ASB, kata Petrus, saat ini baru diajukan proses penomoran ijazah nasional (PIN) dan belum ada SK Yudisium.

Untuk KI, diketahui sudah lulus sejak tahun 2014 lalu. Namun belum memproses untuk mengambil ijazahnya.

BACA JUGA: Ungkap Sejumlah Kejanggalan, DPRD TTU Sebut Penetapan Hasil Seleksi PTT Cacat Hukum

Sehingga ijazah milik KI hingga saat ini diketahui masih berada di pusat.

“Jadi KI pakai ijazah yang mana? Kalau dari universitas lain tidak apa, tetapi kalau dari UT maka ijazahnya sampai sekarang masih di sini (di pusat) dan masih belum dipegangnya,” tegas Petrus.

Petrus menjelaskan untuk WUS dan FPA sesuai data yang terdapat di pangkalan Dikti sudah tidak aktif lagi sejak tahun 2015 lalu.

Hal itu lantaran keduanya diketahui tidak lagi melakukan proses registrasi sejak tahun 2015 itu.

BACA JUGA: Bupati TTU: Tak Ada Permainan dalam Proses Seleksi hingga Penetapan PTT

Sehingga Petrus mengaku dirinya heran dan bertanya-bertanya dari mana gelar S1 PGSD, serta ijazah tersebut bisa dipegang keempat pelamar PTT.

“Lalu mereka dapat ijazahnya darimana?Itu yang perlu dilacak dan diusut, kasihan anak-anak yang kuliah dengan teratur hingga dapat ijazah tapi saat lamar sebagai PTT malah TL (tidak lulus),” sesalnya.

“Saya tidak tahu kesalahannya di mana tapi saya yakin keempat orang ini gunakan ijazah palsu, saya jamin 100 persen,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil penelusuran VoxNtt.com, dari keempat orang itu hanya WUS yang dinyatakan tidak lulus seleksi sebagai PTT tahun 2022.

Sementara KI, FPA dan ASB dinyatakan lulus sebagai guru PTT Pemkab TTU tahun 2022.

Hingga berita ini diturunkan keempat orang pelamar yang diduga gunakan berijazah palsu tersebut belum berhasil dikonfirmasi.

WUS dan ASB yang berusaha dihubungi melalui telepon tidak merespons. Sementara FPA dan KI hingga saat ini masih diupayakan nomor kontaknya untuk dihubungi guna mengkonfirmasi terkait temuan dugaan penggunaan ijazah palsu.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

TTU Universitas Terbuka Pokja Kota Kefamenanu
Previous ArticleTurnamen Bupati Mabar Cup 2022 Dipastikan akan Digelar 5 Mei Mendatang
Next Article Bayi Penderita Hidrosefalus Asal Manggarai Timur Butuh Bantuan

Related Posts

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.