Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Wanitaku: Antologi Puisi Ariel Pake
Sastra

Wanitaku: Antologi Puisi Ariel Pake

By Redaksi30 April 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Wanitaku

Goresan pada wajahmu
Menghanyutkan ku
Terikal rapi rambut keritingmu
Coklat kulitmu
Menambah cita rasa pada senyum dan tawamu

Kokoh sebatang kara
Menjalani hidup dengan percaya
Kepada yang kuasa
Harapku menyertai-Mu
Ibu-ku

Menghidupkan pelita
Ditengah dunia ego
Yang selalu menerpa
Membawa suka dan duka

Ledalero, Suatu Waktu.

 

Pelabuhan Asmara

Saat dua nahkoda berlabu dari pelabuhan asmara
Debaran rasa sang samudra kian menggelora
Perhatian dan sayangnya
Seolah terkuak menerobos untaian gelombang

Berusaha menggapai semua rasa
Namun terhempas ombak
Jauh keambang lautan
Dibawa pergi semua rasa
Tanpa berpamit pada hati

Pagi mengukir kisah
Malam mengenang rindu
Datang membawa cinta
Pergi meninggalkan luka
Waility, suatu waktu.

Kali Kedua

Berada di sisimu denyut nadi tak seirama
Bila jarak membentang rindu ini kian merana
Perjumpaan pertama menyisikan tanya
Pada hati yang menyiksa raga
Seolah tak bernyawa

Ah luka lama mulai berdarah
Begitu mesra
Membekasi lembaran lama
Bertulis tinta merah
Yang hanya memberi-ku duka
luka

Apakah hati ini dibaluti perih
Perih yang tak dapat diobati
Akankah hal yang sama terjadi
Terjadi bila hasrat ini kujalani

Dalam keheningan menghadirkan rindu
Dalam rindu menyisikan tanya
Adakah jawaban yang pasti
Yang dapat kumiliki
Tuk mengunjungi keraguan ini??

Ribang, Suatu Waktu.

 

Biodata Singkat;

Ariel Pake (20), sekarang sedang menempuh Pendeidikan Pada STFK Ledalero, Semester II.
Alamat; Ribang (Rumah Pembinaan Rogate Indonesia).

Ariel Pake
Previous ArticleRasionalitas Teknologi: Penunjang Keberadaan Manusia?
Next Article Ketika Jiwa Mati

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.