Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Untukmu yang Pernah Singgah
Sastra

Untukmu yang Pernah Singgah

By Redaksi14 Mei 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Untukmu yang Pernah Singgah

Oleh: Dicki Ambi

Pada saat melihatmu pertama kali.
Lirikan mataku tidak bisa berkedip seolah dihipnotis olehmu.
Hari itu pun juga langsung jatuh cinta padamu.
Aku sadar bahwa kamu adalah cinta matiku.

Kau benar tulus menyayangiku.
Membuat hidupku lebih berwarna.
Kau ceriakan hatiku.
Dan kau hapuskan semua kesedihanku.

Engkau hancurkan egoku.
Engkau membuatku tertawa.
Engkau membuatku bahagia.
Engkau membuatku semangat.

Tapi semuanya itu hanya sesaat.
Engkau meninggalkanku dalam sepi.
Meninggalkanku dalam duka.
Engkau pergi begitu saja.

Sedih rasanya hatiku.
Melihat hal yang terjadi.
Engkau memutuskan.
Untuk pergi selamanya.

Kita pernah berjanji bersama.
Membangun komitmen bersama.
Untuk terus menjalankan bersama.
Tetapi semuanya sirna begitu saja.

Jujur….
Aku takut kehilanganmu.
Aku ingin engkau berada di sisimu
Untuk selamanya.

Lalu dengan cepat engkau membawa sosok pengganti ku.
Membuatku hancur seketika.
Melihatmu…..
Bahagia dengan orang lain.

Kini jalan kita sudah berbeda.
Biarlah masa lalu jadi kenangan.
Semoga engkau bahagia.
Selama dan sepanjang masa.

Hilang sudah impianku.
Hilang sudah angan-anganku.
Untuk tinggal bersama seumur hidup.
Dan menghabiskan masa tua bersamamu.

Aku berharap…
Apapun pilihan hatimu.
Kamu mendapatkan semua kebahagiaan.
Yang tidak mampu ku berikan padamu.

Semua kenangan tentangmu.
Kini sudah tersimpan rapi.
Dalam memori hidupku.
Dan ku simpan ditempat yang sulit untuk diingatkan.

Jika suatu hari.
Takdir mempertemukan kita lagi.
Aku bisa melihatmu bahagia.
Bahagia tanpaku.

Meski nyatanya.
Aku tidak bisa melupakanmu.
Aku pun sadar.
Kamu bukanlah untukku.

Jangan pernah mengkhawatirkan hidupku.
Aku akan baik-baik saja.
Bahagiakan dia.
Aku akan mencoba melupakanmu.

Dan jangan pernah.
Melukai hatinya.
Cukup aku saja yang terluka.
Karena aku tahu kamu tidak pernah mencintaiku.

Ku coba tenangkan diri ini.
Bahwa aku bisa bertahan tanpamu.
Sebelum saatnya.
Aku bisa membuka kembali hatiku untuk orang lain.

Saya sadar saya bukan orang kaya.
Saya tidak memiliki semua permintaanmu.
Saya hanya memiliki.
Kesetiaan.

Saya bukan orang yang sempurna.
Bukan juga yang terbaik.
Tetapi yang jelas aku adalah.
Orang yang mencintaimu dengan tulus.

Selamat tinggal sayang….
Semoga bahagia dengan pilihan hatimu.
Dan terima kasih sudah pernah hadir untukku.
Walaupun hanya sesaat saja.

Dicki Ambi
Previous ArticleMKKS SMP Kecamatan Kota Komba Utara Gelar Beragam Perlombaan
Next Article Who am I?

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.