Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kahadiran BOP di Mabar Ditolak
NTT NEWS

Kahadiran BOP di Mabar Ditolak

By Redaksi25 Maret 20175 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Diskusi bertemakan “Menyoal Badan Otoritas Pariwisata (BOP)” di rumah kreasi baku peduli, Kamis (23/3/2017) sore.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Rencana pembentukan kelembagaan Badan Otorita Pariwisata (BOP) di Manggarai Barat (Mabar) ditolak sejumlah kalangan di daerah itu.

Penolakan warga muncul saat diskusi publik bertemakan “Menyoal Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo-Flores” yang berlangsung di Rumah Baku Peduli, Kamis, 23 Maret 2016 sore.

Kegiatan ini dilakukan atas inisiatif Lembaga Gerakan Lokal Sunspirit for Justice and Peace dan menghadirkan berbagai elemen masyarakat sipil dan pemerintah daerah Mabar.

Hadir dalam diskusi itu, dari pihak pemerintah antara lain, kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat, Theo Suardi, kepala Bappeda, Alex Haryono, kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Sudiono, dan pokja percepatan pembangunan pariwisata di Manggarai Barat, Shana Fatina.

Sementara itu, perwakilan dari berbagai masyarakat sipil antara lain, World Wide Fund for Nature (WWF), Operator Community Komodo (DOCK Komodo), Himpunan Pramuwisata Indonesia, Asosiation of Indonesian Travel Agency, perwakilan guide, perwakilan dari pelaku wisata, wartawan, dan perwakilan masyarakat setempat.

Peserta diskusi tersebut menegaskan, sekalipun menjanjikan pembangunan infrastruktur dan invetasi yang masif, asal-muasal rencana pembentukan kelembagaan BOP dipertanyakan. BOP bukanlah organisasi yang muncul dari masyarakat atau atas dasar kebutuhan masyarakat.

“Tetapi dibentuk karena inisiatif dan rencana besar pemerintah. Hal itu menimbulkan pernyataan, apakah masyarakat di Manggarai Barat membutuhkan kehadiran Badan Otorita Pariwisata atau tidak? Mengapa BOP seperti harga mati demi pembangunan di Manggarai Barat?,” tanya mereka dalam kesimpulan diskusi tertulis yang salinannya diterima VoxNtt.com, Jumat (24/3/2014) malam.

1 2 3 4
Manggarai Manggarai Barat
Previous ArticleKontraktor Didesak Segera Selesaikan Pembangunan Gedung Instalasi Bedah RSUD Ruteng
Next Article Tiga Hari Hilang Terseret Arus Sungai, Warga Wae Jare Belum Ditemukan

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.