Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Dugaan Ketua KPU TTU Terima Gaji Dobel, Lakmas: Bawaslu Jangan Duduk Diam
Pilkada

Dugaan Ketua KPU TTU Terima Gaji Dobel, Lakmas: Bawaslu Jangan Duduk Diam

By Redaksi16 Agustus 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur Lakmas Cendana Wangi Viktor Manbait (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- Direktur Lakmas Cendana Wangi Viktor Manbait mendesak Bawaslu agar tidak boleh duduk diam dalam kasus dugaan Ketua KPU Kabupaten TTU Paulinus Lape Feka yang menerima gaji dobel.

Menurut Viktor, Bawaslu diberi kewenangan oleh Undang-undang untuk melakukan pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik oleh penyelenggara pemilu tanpa menunggu adanya laporan dari masyarakat.

“Bawaslu harus aktif bergerak, memanggil dan memeriksa yang bersangkutan(Ketua KPU TTU) karena memang kewenangannya bukannya duduk manis di belakang meja menunggu diantar menu pelanggaran kode etik yang sudah sangat nyata itu,” tegas Viktor dalam rilis yang diterima wartawan, Senin (15/08/2022).

BACA JUGA: Dugaan Terima Gaji Dobel, Ketua KPU Kabupaten TTU Didesak Mundur dari Jabatan

“Apakah sikap menunggu Bawaslu ini mau menunjukkan kepada publik bahwa antarsesama penyelenggara pemilu mesti saling melindungi kejahatan?Mudah-mudahan tidak demikian,” tandasnya.

Viktor menegaskan, Ketua KPU Kabupaten TTU Paulinus telah secara terbuka mengakui menerima gaji ganda sebagai komisioner dan ASN guru meski tidak aktif mengajar di depan kelas. Sehingga jelas hal itu merupakan sebuah pelanggaran kode etik.

Untuk itu, Viktor mendesak Bawaslu agar segera bersikap dan tidak terkesan seperti macan ompong.

BACA JUGA: Telusuri Dugaan Ketua KPU Terima Gaji Dobel, Bawaslu TTU Menanti Pengaduan dari Masyarakat

“Rakyat TTU sedang menanti ketegasan Bawaslu TTU dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam menegakkan kode etik penyelenggara pemilu sesuai perintah Undang-undang Pemilu Nomor 7 tahun 2017,” tegasnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Bawaslu TTU Kabupaten Timor Tengah Utara KPU TTU TTU
Previous ArticleKukuhkan Paskibraka NTT 2022, Ini Pesan Wagub Nae Soi
Next Article Kepala OJK NTT Tegaskan Kondisi Keuangan BPR Christa Jaya Normal

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

PMKRI Ruteng Datangi Bawaslu Manggarai, Soroti Politik Uang hingga Hak Pilih Disabilitas

13 Februari 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.