Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Isu Mafia Ruko di Pasar Ruteng Menguat, Pemkab Diduga Diam Saja
Regional NTT

Isu Mafia Ruko di Pasar Ruteng Menguat, Pemkab Diduga Diam Saja

By Redaksi27 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ruko pasar Ruteng
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai terkesan tak peduli dengan isu mafia ruko di Pasar Inpres Ruteng.

Buktinya, hingga kini Pemkab belum mengambil langkah apapun. Padahal, isu ini sudah lama terdengar dan menjadi buah bibir masyarakat umum.

Informasi yang dihimpun wartawan, ada pengusaha yang memiliki belasan ruko. Setiap dokumen ruko tersebut atas nama anggota keluarganya. Taktik ini bertujuan untuk mengelabui pedagang lain di pasar.

“Walaupun begitu tetap ketahuan pak. Kenapa? Karena ruko-ruko itu sekarang dipakai keluarganya sendiri” kata seorang pedagang yang tak mau disebutkan namanya kepada wartawan, Senin (27/3/2017).

Ia mengaku heran kenapa hal ini bisa terjadi dan terus dibiarkan. Padahal, masih banyak pedagang yang belum memiliki tempat untuk menjual. Ia juga mengaku pernah mengajukan protes tapi Pemkab tak gubris.

“Ini tidak adil. Ada orang dapat banyak (ruko), sementara yang lain tidak dapat sama sekali seperti saya ini. Padahal saya sudah lama di sini,” pungkasnya.

Selain monopoli ruko, ia juga mengungkapkan ada modus lain. Pedagang yang menerima ruko dari Pemkab menjual kembali kepada pengusaha tertentu dengan harga puluhan juta rupiah.

Karena itu, saat ini ada pengusaha jadi penguasa di pasar Ruteng dengan jumlah ruko terbanyak.

“Dia beli dengan harga murah dari pedagang lalu disewakan atau kontrakan lagi kepada pedagang lain rata-rata 5-10 juta per tahun,” pungkasnya.

Sebab itu, ia minta Pemkab Manggarai segera turun ke pasar dan usut tuntas hal ini. Jika benar, katanya, harus ditindak tegas.

“Cabut saja SKRD-nya (Surat Ketetapan Retrbusi Daerah),” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Manggarai belum bisa dikonfirmasi terkait dugaan tersebut. (Ferdiano Sutarto Parman/VoN).

Manggarai
Previous ArticleHujan Lebat Warnai Ritual Pemurnian Diri Umat Hindu di Polda NTT
Next Article Bronjong Pengaman Kali Maubeli Roboh, Rumah Warga Terancam Banjir

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.