Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Launching Gerakan Kolekte Sampah, Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Kesambi
KOMUNITAS

Launching Gerakan Kolekte Sampah, Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Kesambi

By Redaksi1 Maret 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gereja Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Wae Kesambi, Labuan Bajo, bersama Kole Project meluncurkan program GRADASI atau Gerakan Sedekah dan Kolekte Sampah Indonesia, Minggu (26/02/2023).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Gereja Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Wae Kesambi, Labuan Bajo, bersama Kole Project meluncurkan program GRADASI atau Gerakan Sedekah dan Kolekte Sampah Indonesia, Minggu (26/02/2023).

Peluncuran itu ditandai dengan pemukulan gong. Selain itu peluncuran dilaksanakan bersamaan dengan Perayaan Ekaristi Misa Prapaskah I, dan dipimpin langsung oleh RD Risno Maden, selaku Pastor Paroki MBSB.

Hadir dalam kegiatan ini, Founder Kole Project; Putra Hawan, Dewan Pengurus Paroki MBSB, Putra-Putri Altar Paroki MBSB, Orang Muda Katholik (OMK) Paroki MBSB, serta umat Gereja Paroki MBSB Wae Kesambi.

Dalam sambutan saat membuka kegiatan, Romo Risno mengungkapkan, Kolekte Sampah merupakan salah satu bentuk pertobatan ekologis.

“Program ini sejalan dengan tema Pastoral Keuskupan Ruteng pada 2023, yaitu Tahun Pastoral Ekonomi Berkelanjutan, kita ingin mewujudkan ekonomi sirkular yang berkelanjutan melalu kolekte sampah. Kolekte sampah adalah bentuk pertobatan ekologis saya dan anda. Kita juga bersyukur bahwa momen ini kita laksanakan bertepatan dengan misa prapaskah, dimana gereja mengundang kita untuk bertobat,” ujar Romo Risno.

Gerakan Sedekah dan Kolekte Sampah Indonesia (Gradasi) adalah gerakan kolektif secara nasional yang bertujuan untuk menanamkan perubahan perilaku masyarakat untuk mengelola sampah dengan pendekatan agama. Program ini digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves), serta United Nations Development Programme (Badan program pembangunan PBB) yang pelaksanaannya melalui Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) dan didukung oleh Danone Aqua.

Dalam implementasi teknis GRADASI di Labuan Bajo, TKN PSL menggandeng Kole Project, sebuah perusahaan lokal yang bergerak di bidang pengelolaan sampah daur ulang di Labuan Bajo.

Founder Kole Project, Putra Hawan
usai kegiatan tersebut mengungkapkan, pihaknya sangat senang bisa bekerjasama dan berkontribusi dalam program GRADASI. Menurutnya, masalah sampah adalah masalah bersama yang dalam penanganannya perlu kerja kolektif, dan dimulai dari sumber melalui perubahan perilaku masyarakat yang sadar untuk mulai memilah sampah.

“Kebetulan kami bergerak di bidang daur ulang sampah, dan kami melihat bahwa salah satu solusi penanganannya adalah dengan memilah sampah dari sumber, yang mana akan mempermudah proses pengelolaannya. Dan kolekte sampah adalah salah satu pendekatan yang strategis,” terangnya.

Putra juga menambahkan, dalam pelaksanaan Kolekte sampah, prinsipnya hampir sama seperti kolekte biasa, cuma diganti dengan sampah.

“Jadi, umat membawa sampah daur ulangnya ke gereja, ditimbang dan dicatat oleh pengurus gereja, lalu nanti kami dari Kole Project yang akan membeli sampahnya. Hasil penjualannya dapat dimanfaatkan oleh gereja atau masuk ke kas gereja,” jelas Putra.

Penulis: Sello Jome

Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleWarga Elar Kesal Virus Serang Pisang, Pemerintah Malah Tutup Mata
Next Article Berkas Pembacok di Wela Telah Dilimpahkan ke Kejari Ruteng

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.