Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jalur Bea Nggelang-Arus Mubazir, Ini Tanggapan Dinas PU Matim
Regional NTT

Jalur Bea Nggelang-Arus Mubazir, Ini Tanggapan Dinas PU Matim

By Redaksi29 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sekretaris Dinas PU dan Tata Ruang Matim, Yosep Marto
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Jalur alternatif Bea Nggelang-Arus di Kecamatan Poco Ranaka yang dikabarkan mubazir, kini mendapat tanggapan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Manggarai Timur (Matim).

Sekretaris PU dan Tata Ruang Matim, Yosep Marto kepada VoxNtt.com, Rabu, (29/3/2017) di ruang kerjanya mengatakan, di jalur tersebut aspalnya sekitar 200 meter.

Menurut dia, jalan Bea Nggelang-Arus masih bisa dilalui kendaraan. Hanya saja masyarakat lebih memilih jalan di jalur yang semuanya diaspal.

“Sebenarnya itu soal pilihan masyarakat saja. Mereka lebih memilih jalan yang aspalnya tembus daripada lewat di situ. Padahal jalannya masih bagus. Dan bisa dilalui kendaraan,” ujar Yosep.

Ke depan kata dia, jalan itu tetap akan diperhatikan. Pembangunan lapen nanti pasti dilanjutkan.

“Hanya soal waktu saja. Itu tetap diperhatikan. Karena itu jalur lebih singkat dari Arus menuju jalur Ruteng-Borong,” jelas Yosep.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Jalan lapen dari persimpangan Bea Nggelang, desa Wejan Mawe menuju desa Arus Poco Ranaka Timur mubazir.

Nadus Dasur, warga Mawe, kepada VoxNtt.com, Sabtu (25/3/2017) mengatakan jalan tersebut menuju desa Arus. Tetapi sekarang sudah tidak digunakan lagi, sebab kendaraan sudah tidak lewat di jalur ini.

“Sudah lima tahun tidak dilalui kendaraan. Panjang jalan yang aspal diperkirakan 800 m,” kata Nadus.

Kata Nadus, ruas tersebut tidak dilalui kendaraan karena jalannya buntu.

Baca: Jalur Lapen Bea Nggelang-Arus Mubazir

“Daerah percuma buang uang mengaspalkan jalan ini. Sekarang jalan tidak digunakan,” ujar Nadus.

Nadus berharap ke depan pemerintah perlu mempertimbangkan prioritas pembangunan lapen jalan. Membangun jalan perlu memperhatikan manfaatnya bagi masyarakat. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticlePembangunan Gedung Baru Terbengkalai, Ini Kata Kadis Dukcapil TTU
Next Article Kemendagri Akan Panggil Lebu Raya Terkait Polemik Pantai Pede

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.