Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemda Mabar Harus Beri Kompensasi ke Pedagang terkait Penutupan Ruko di TPI Labuan Bajo
Regional NTT

Pemda Mabar Harus Beri Kompensasi ke Pedagang terkait Penutupan Ruko di TPI Labuan Bajo

By Redaksi4 Mei 20233 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Presidium PMKRI Cabang Ruteng Laurensius Lasa saat berbincang-bincang dengan pedagang di TPI Labuan Bajo, Rabu (03/05/2023) (Foto: Eva Nanggor)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Sejumlah langkah persiapan telah dilakukan pemerintah menjelang ASEAN Summit tahun 2023 yang digelar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Satuan Polisi Pamong Praja (POLPP) yakni dengan menutup rumah kontrak (Ruko) milik Pemda yang dipakai oleh pedagang di Tempat Penjualan Ikan (TPI). Operasi penutupan itu dilakukan pada Rabu (03/05/2023).

Diketahui, biaya sewa Ruko milik Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat itu sebesar Rp1.350.000 per bulannya.

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng kemudian merespons upaya penutupan Ruko yang dilakukan Pemkab Mabar itu menjelang ASEAN Summit di Labuan Bajo.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Ruteng Laurensius Lasa menilai tindakan yang dilakukan oleh Pemkab Mabar tentu saja merugikan masyarakat Labuan Bajo secara ekonomi, terutama para pedagang yang sabar hari mengais rezeki dari berjualan.

“Apabila Ruko itu ditutup sementara selama Asean Summit, artinya masyarakat akan rugi. Apalagi pedagang ini  sumber penghasilannya hanya dari sana,” ujar Laurensius dalam keterangan tertulis yang diterima VoxNtt.com, Kamis (04/05/2023).

Berdasarkan penelusuran PMKRI Ruteng, ungkap dia, pedagang tentu saja rugi sebelum dan saat pagelaran ASEAN Summit.

Setelah dikalkulasikan dengan harga sewa Ruko dengan penghasilan pedagang setiap hari, maka mereka kehilangan profit hanya karena penyelenggaraan Asean Summit.

“Berdasarkan pengamatan kami, bahwa Asean Summit yang semestinya membawa keuntungan bagi masyarakat Labuan Bajo, justru membawa kerugian bagi masyarakat Labuan Bajo”, tegas Laurensius.

Sebab itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat agar memberikan kompensasi kepada pedagang yang terdampak penutupan usaha jualan mereka.

“Kami meminta kepada pemerintah Manggarai Barat untuk berikan potongan harga sewa Ruko yang harus dibayar oleh pedagang untuk bulan ini, kalau bisa gratiskan saja untuk satu bulan ini ke depan,” usul Laurensius.

Sementara itu, hingga berita ini dirilis VoxNtt.com belum berhasil mendapatkan dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Mabar Fatinci Reyenilda terkait penutupan Ruko tersebut, meski sudah dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Terpisah, Kasat POL PP Mabar Stefanus Salut menjelaskan penutupan dilakukan berdasarkan hasil rapat khusus antara TNI dan Polri bahwa di TPI sangat dekat dengan salah satu venue untuk ASEAN Summit, yakni di Hotel Meruorah.

Menurut dia, penutupan dilakukan sejak 3 hingga 13 Mei 2023.

“Sehingga areal itu ke sana sampai TPI ditutup sementara dan solusinya tempo hari, ikan kering, ikan basah jualnya di Pasar Baru,” jelas Stefanus saat dikonfirmasi, Kamis malam.

Selain itu, semua kapal ikan bersandar di Pelabuhan Pelindo Multipurpose yang berlokasi di Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat PMKRI Ruteng
Previous ArticleJelang ASEAN Summit, Wabup Mabar: Pemda Dukung ketika Ada Masyarakat Peduli Lingkungan
Next Article KSP Minta Penundaan Pemberlakuan Tarif Jasa Pamandu Wisata, Begini Penjelasan PT Flobamor

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.