Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»TdF Tidak Berpengaruh Untuk Perekonomian Masyarakat Ngada
NTT NEWS

TdF Tidak Berpengaruh Untuk Perekonomian Masyarakat Ngada

By Redaksi30 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kadis Pariwisata Ngada, Todis Reo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Bupati Ngada Marianus Sae melalui Kadis Pariwisatanya Todis Reo menyebut kegiatan Tour de Flores (TdF)  tidak berpengaruh untuk perekonomian masyarakat di daerah itu.

Ngada sendiri merupakan kabupaten yang mempersoalkan anggaran TdF 2017 ini diambil dari APBD II. Hal itu terungkap dalam rapat kordinasi panitia TdF bersama para bupati sedaratan Flores di Labuan Bajo,  24 Maret 2017 lalu.

“Pemda Ngada mau anggarkan dana sebesar itu, yang penting peserta tidur di Ngada 3-5 hari. Kalau hanya singgah apa untungnya. Apa lagi peserta hanya mengejar waktu. Lebih baik uang sebesar 1 miliar lebih saya kerja sesuatu untuk masyarakat Ngada,” kata Todis Reo kepada VoxNtt.com di Bajawa, Kamis (30/3/2017).

Menurutnya kegiatan TdF sangat tidak berpengaruh untuk perekonomian masyarakat Flores dan lembata, khususnya di Kabupaten Ngada. Sebab, peserta tour hanya menginap sebentar saja di masing-masing kabupaten di Pulau Flores.

Dikatakan, untuk menjadikan potensi pariwisata daerah bisa mendunia, tidak perlu meniru-niru event dari daerah atau Negara lain. ” Temukan saja dari kekayaan dan keunikan alam atau budaya sendiri yang dimiliki,” kata Todis.

Dia menegaskan, masih ada langkah-langkah promosi dengan biaya murah untuk mengenal obyek pariwisata Flores dan Lembata ke manca Negara ketimbang TdF yang cukup mahal.

Jauh lebih berguna lanjut Todis, jika dana yang begitu besar untuk TdF itu dipakai untuk memberdayakan ekonomi dan pariwisata rakyat. Selain itu bisa juga membiayai program-program pembangunan daerah lainnya yang berdampak langsung bagi peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

“Pariwisata NTT sudah sangat terkenal. Yang perlu dilakukan sekarang adalah menata lagi lebih indah destinasi wisata yang ada, agar diminati dunia internasional,” kata Todis. (Arkadius Togo/VoN)

Ngada
Previous ArticlePersiapan UN Pertama, Siswa Kelas Enam SDI Nipado Terancam Duduk di Tanah
Next Article Keluarga Pasien Butuh Uluran Tangan Pemkab Matim

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.