Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Program Ternak Nyamuk Wolbachia Diprotes, Melki Laka Lena Sebut Sudah Teruji Secara Ilmiah
KESEHATAN

Program Ternak Nyamuk Wolbachia Diprotes, Melki Laka Lena Sebut Sudah Teruji Secara Ilmiah

Menurut Melki, program ini sudah sejak lama berjalan dan diterapkan di Yogjakarta.
By Redaksi29 November 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Emanuel Melkhiades Laka Lena, Wakil Ketua Komisi XV DPR RI
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, Vox NTT-Wakil Ketua Komisi XV Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPR RI) Emanuel Melkhiades Laka Lena atau Melki Laka Lena mengklaim jika program  beternak nyamuk Wolbachia sudah teruji secara ilmiah.

Menurut Melki, program ini sudah sejak lama berjalan dan diterapkan di Yogjakarta.

“Saya sudah pergi lihat langsung dan tangan saya diuji coba gigit nyamuk sebanyak puluhan,” kata Melki di Neo Aston Kupang, Rabu (29/11/2023).

Dikatakan Melki, usai uji coba digigit nyamuk itu, dirinya secara fisik tidak merasakan apa-apa.

Sebelumnya, program ini mendapat penolakan karena menggunakan metode penyebaran bibit nyamuk ke perkampungan warga.

Melki menyebut berdasarkan penjelasan Menkes melalui pola beternak nyamuk Wolbachia.

Disebutkan bahwa program ini pertama kali ditemukan di Australia.

“Sudah dijalankan pertama kali di Yogyakarta kurang lebih 10 Tahun. Metode ini di mana mereka menyuntikan suatu zat kepada nyamuk membuat nyamuk betina menghasilkan telur yang tidak mengandung penyebab Demam berdarah,” kata Melky.

“Lama kelamaan sel penyebab DBD itu akan mati. Di dunia serangga ada juga di serangga lain. Metode ini bisa dipakai untuk menekan demam berdarah. Metodenya memperbanyak nyamuk supaya nyamuk yang ada di satu wilayah itu tidak mengandung DBD,” papar Melki.

Menurutnya, Menkes menjelaskan bahwa program ini sudah cukup berjalan.

“Di Kota Kupang ini dibawah pengawasan langsung Kemenkes. Ini program kan  melengkapi program yang sudah ada untuk mengatasi penyebaran  DBD. Ada program 3 M, Kelambu, dan lain-lain,” tambah Melki.

Sebagai DPR, kata Melki, program ini setuju untuk berjalan.

“Sejauh ini tidak ada bukti yang cukup kuat bahwa program ini bermasalah. Sudah di uji di UGM pakai metode yang tidak keliru,” katanya.

Mengenai penolakan masyarakat, Melki menyebut bahwa harus Perkuat sosialisasi dan komunikasi publik.

“Saya jamin ini program bagus yah karena saya sudah coba digigit nyamuk itu. Tidak terjadi apa. Ini program sudah diuji secara ilmiah oleh UGM dan di Jogja. Membuat penyakit DBD turun dan secara ekonomi juga tidak membutuhkan anggaran yang banyak,” ujarnya.

“Pemerintah juta tidak akan memberikan program yang buruk bagi masyarakat,” tukasnya.

Penulis: Ronis Natom

Emanuel Melkhiades Laka Lena Nyamuk Wolbachia Wakil Ketua Komisi XV DPR RI
Previous ArticleLewat Acara Wuat Wa’i, Tokoh Adat Minta Restu Tuhan dan Leluhur untuk Perjuangan Stefanus Gandi
Next Article Kehadiran Stefanus Gandi Menjadi Semangat Baru

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.