Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Gunakan Kain Tenun Perempuan Daerah Sabu, Penjabat Gubernur NTT Dikritik
HEADLINE

Gunakan Kain Tenun Perempuan Daerah Sabu, Penjabat Gubernur NTT Dikritik

By Redaksi20 Desember 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Flyer ucapan HUT Provinsi NTT. Terlihat Penjabat Gubernur NTT Ayodia G.L Kalake memakai kain tenun Sabu husus untuk perempuan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, Vox NTT- Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Ayodia G.L Kalake dikritik karena menggunakan sarung tenun daerah Sabu dalam flyer ucapan HUT Provinsi NTT.

Kritik keras itu disebabkan karena kain tenun yang dipakai oleh Penjabat Gubernur sebenarnya digunakan oleh perempuan Sabu.

“Sebagai orang Sabu kami sangat menyesalkan pakaian adat Sabu Raijua yang digunakan oleh Penjabat Gubernur dalam flyer HUT NTT,” kata tokoh muda asal Sabu, Joe Rihi Ga, di Kupang, Rabu (20/12/2023).

Menurut Joe, pakaian adat Sabu Raijua yang digunakan oleh Penjabat Gubernur tidak tepat karena menggunakan sarung tenun untuk perempuan.

“Kain yang digunakan adalah Ei Raja yang hanya digunakan oleh kaum wanita yang memiliki garis keturunan Hubi Ae dan pantang digunakan oleh seorang laki-laki,” ujar Joe.

“Kami maklumi bahwa mungkin penjabat tidak tahu tentang pakaian adat orang Sabu, tapi kami menyesalkan orang atau pihak yang mengenakan pakaian itu kepada penjabat,” tambah Joe.

Menurutnya, penjabat adalah tokoh dan panutan sehingga jika berpakaian yang tidak tepat dan tidak dikoreksi maka orang lain akan menganggap itu hal yang benar.

“Sehingga sebagai orang Sabu kami menyesalkan kenapa itu terjadi. Dalam catatan kami, ini kali kedua, Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake menggunakan sarung perempuan Sabu,” tegas Joe.

“Dan kami harap tidak boleh terjadi lagi. Kalau tidak kami menganggap itu pelecehan dan penghinaan terhadap busana adat orang Sabu,” tegasnya.

Bagi orang Sabu Raijua, demikian Joe, sarung perempuan dan laki-laki tidak hanya dibedakan oleh bentuk tapi juga oleh motif yang digunakan pada kain sarung karena itu memiliki makna dan arti tersendiri.

“Sebagai orang Sabu kami tidak mau pakaian adat yang kami banggakan digunakan tidak sesuai dengan adat dan budaya kami orang Sabu. Belum pernah ada Gubernur NTT yang menggunakan sarung perempuan dari Sabu,” tukasnya.

Penulis: Ronis Natom

Ayodia G.L Kalake Kain Sabu Kota Kupang Penjabat Gubernur NTT Sabu Raijua
Previous ArticleRayakan Internet Cepat, Makin Luas dan Paling Stabil, IM3 Gelar ‘Pesta Rakyat IM3’ di Ruteng
Next Article Julie Laiskodat Sebut Paket Anies- Muhaimin Raih Kemenangan di NTT

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.